Ada 10 Persen Perempuan Bekerja di Sektor Energi, Komitmen DEI Terus Digaungkan
Keberagaman dan inklusivitas berperan penting dalam meningkatkan kinerja bisnis lewat inovasi, pengambilan keputusan lebih baik.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor energi kini tengah memasuki babak baru. Selama ini identik dengan dunia pekerjaan untuk kaum laki-laki, industri ini perlahan mulai berubah ke arah lebih inklusif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pekerja perempuan pada sektor energi baru mencapai sekitar 10 persen dari total tenaga kerja. Angka ini perlahan meningkat seiring semakin banyak perusahaan energi yang menciptakan ruang bagi perempuan untuk berkiprah.
PT ABM Investama Tbk (ABMM) memperkuat komitmen terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas atau diversity, equity and inclusion (DEI) pada seluruh lini bisnisnya.
Baca juga: Industri Pertambangan Tingkatkan Ekonomi, Pengamat Sorot Program Pemberdayaan Masyarakat
Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara mengatakan, industri energi modern tak bisa hanya mengejar keuntungan finansial. “Kini industri energi tidak hanya bergerak meraih profit, tetapi juga punya tanggung jawab menjaga keberlanjutan. Itu diwujudkan lewat penerapan transparansi dan inklusivitas agar perusahaan memberi manfaat lebih luas,” ungkap Achmad di Jakarta, dikutip Minggu (19/10/2025).
Ia memaparkan keberagaman dan inklusivitas juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja bisnis lewat inovasi, pengambilan keputusan lebih baik, serta terciptanya lingkungan kerja lebih sehat dan kolaboratif.
“Selain menjaga lingkungan, kita harus membangun organisasi inklusif dan adil,” sambung pria yang akrab disapa Andi ini. Komitmen ini diwujudkan ABMM melalui berbagai inisiatif. Salah satunya program Talent and Leadership, yang mencakup pelatihan keterampilan teknis dan manajerial, serta coaching dan mentoring untuk mengasah kepemimpinan perempuan pada lingkungan kerja.
Andi menambahkan, keberagaman dan inklusivitas adalah kunci menghadapi tantangan masa depan.
"Bagi perusahaan, industri energi modern bukan hanya efisiensi dan profitabilitas, tapi juga bagaimana menjadi motor pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan," ujar Andi.
Head of Corporate Communication & CSR ABMM Emilia Katrina Sitompul menambahkan, ABMM juga membentuk ESG Committee untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis.
“ABMM sudah sejak dahulu memiliki misi mendorong terciptanya nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI). Kami juga memiliki strategi jangka panjang terintegrasi dengan business sustainability, dan membentuk ESG Committee untuk menggerakkan komitmen keberlanjutan di internal perusahaan,” ungkap Emilia.
Salah satu wujud nyata komitmen ABMM terhadap inklusivitas datang dari sosok Apriaty Sirait, trainer perempuan pertama di anak usaha ABMM, PT Cipta Kridatama (CK). Berawal sebagai operator alat berat, ia kini menjadi trainer bersertifikat yang melatih ratusan karyawan dan meraih penghargaan Perempuan Berbakti 2025 kategori Perempuan Berbakti di Perusahaan dari Corporate Forum for CSR Development (CFCD) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Kisah Apriaty menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menorehkan prestasi dan berkontribusi signifikan di site tambang. Ini menunjukkan kesempatan yang setara dapat menciptakan perubahan positif. Perempuan membawa perspektif baru dan ketelitian yang memperkuat keselamatan serta kualitas kerja,” ujar Direktur PT Cipta Kridatama Roni Setyawan.
Komitmen serupa hadir di level manajemen. Ety Puspitasari, Direktur PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistic), anak usaha ABMM yang bergerak pada bidang logistik dan rantai pasok industri energi, menilai keberagaman gender bukan sekadar kebijakan, melainkan fondasi penting bagi inovasi dan keberlanjutan bisnis.
“Memasukkan perempuan pada tingkat strategis akan memperluas dimensi pengambilan keputusan yang menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan dan aspek kemanusiaan dalam organisasi,” ungkap Ety.
Baca tanpa iklan