Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BI Masih Buka Ruang Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan untuk menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in BI Masih Buka Ruang Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya
dok. BI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan untuk menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan untuk menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sebagaimana kami sampaikan dalam RDG sebelumnya, Dewan Gubernur masih memandang bahwa ruang penurunan suku bunga ke depan itu masih terbuka," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (22/10/2025).

Perry menyatakan, inflasi tahun ini dan tahun depan diperkirakan tetao rendah serta terkendali. Inflasi inti masih berada dalam target Bi yaitu 2,5±1 persen.

Baca juga: Respons Bank Indonesia soal Perbedaan Data Simpanan Uang Pemda di Bank

"Dan karenanya dengan inflasi yang terkendali itu terbuka ruang penurunan suku bunga," kata Perry.

Selain itu, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab BI memandang pertumbuhan ekonomi yang sekarang maupun tahun ke depan masih di bawah kapasitas output nasional. 

Untuk itu, BI bersinergi dengan Kementerian Keuangan dalam mendorong belanja pemerintah dan memperluas ekspansi fiskal demi mendorong sektor riil.

Baca juga: Bank Indonesia Akui Kredit Perbankan pada Agustus 2025 Belum Kuat, Ini Alasannya

Di sisi lain, BI juga mendukung ekonomi melalui kebijakan likuiditas dan insentif di sektor keuangan termasuk mendorong digitalisasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sinergitas kebijakan fiskal dan moneter ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas dan dua pertimbangan ini, inflasi yang rendah dan perlunya bersinergi mendorong pertumbuhan," jelas dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas