Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, IHSG Berakhir Menghijau Tapi Rupiah Terjun Bebas, Mengapa?

Perang AS-Iran maupun Ukraina-Rusia akan berdampak kepada kenaikan inflasi atau harga barang di berbagai negara.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, IHSG Berakhir Menghijau Tapi Rupiah Terjun Bebas, Mengapa?
Tribunnews/JEPRIMA
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Masagung Money Changer, Jakarta Pusat. Pergerakan rupiah hari ini diprediksi melemah di level Rp 17.420 – Rp 17.460 per dolar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonomi RI tumbuh 5,61 persen dan IHSG menguat, namun rupiah melemah ke atas Rp17.400 per dolar AS.
  • Tekanan berasal dari faktor global seperti konflik Timur Tengah, kenaikan suku bunga AS, dan arus modal keluar.
  • Faktor musiman seperti kebutuhan dolar untuk dividen, utang, dan haji turut menekan rupiah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terjun bebas hingga di atas Rp17.400 per dolar AS, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 melesat ke level 5,61 persen.

Perdagangan Selasa (5/5/2026), rupiah di pasar spot melemah 0,17 persen secara harian ke Rp 17.424 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32 persen secara harian ke Rp 17.425 per dolar AS. 

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, DPR Ingatkan Tantangan Global dan Tekanan Terhadap Rupiah

Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir menguat 85,1 poin atau sebesar 1,22 persen ke level 7.057,10.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, pelemahan rupiah disebabkan dua faktor, yakni global dan musiman.

Rekomendasi Untuk Anda

Faktor global tersebut, meliputi harga minyak tinggi akibat memanasnya kawasan Timur Tengah, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, dan terjadinya pelarian modal dari emerging market (pasar berkembang) termasuk Indonesia.

Sementara dilihat dari faktor musiman, ada permintaan terhadap dolar AS tinggi pada bulan April-Mei-Juni 2026.

Pada rentang waktu tersebut, ada pembayaran repatriasi dividen, pembayaran utang, hingga kebutuhan valuta asing menjelang musim ibadah haji

"Nilai tukar sekarang ini undervalued (di bawah nilai fundamentalnya). Kedepan diyakini akan stabil dan menguat," ucap Perry di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026) malam.

"Fundamental kita kuat, pertumbuhan sangat tinggi 5,61 persen, inflasi rendah, kredit tumbuh tinggi, dan cadangan devisa kuat. Nah ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah stabil dan cenderung menguat," sambungnya.

Berpotensi Melemah Lagi

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini bergerak melemah di level Rp 17.420 – Rp 17.460 per dolar AS.

Menurutnya, data pertumbuhan ekonomi tidak mampu menahan pelemahan rupiah. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026.

PERTUMBUHAN EKONOMI - Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, jika dilihat secara triwulanan ekonomi Indonesia pada triwulan I mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen.
PERTUMBUHAN EKONOMI - Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, jika dilihat secara triwulanan ekonomi Indonesia pada triwulan I mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen. (HO/IST)
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas