Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, IHSG Berakhir Menghijau Tapi Rupiah Terjun Bebas, Mengapa?

Perang AS-Iran maupun Ukraina-Rusia akan berdampak kepada kenaikan inflasi atau harga barang di berbagai negara.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, IHSG Berakhir Menghijau Tapi Rupiah Terjun Bebas, Mengapa?
Tribunnews/JEPRIMA
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Masagung Money Changer, Jakarta Pusat. Pergerakan rupiah hari ini diprediksi melemah di level Rp 17.420 – Rp 17.460 per dolar AS. 

Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp 3.447,7 triliun.

Ibrahim melihat, rupiah justru semakin tertekan setelah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. 

“Sentimen pasar tetap rapuh setelah pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru,” ucap Ibrahim

Selain itu, ketegangan geopolitik juga terjadi antara Ukraina dan Rusia, di mana Ukraina melakukan pengeboman ke kilang minyak milik Rusia.

"Ini berdampak terhadap penurunan produksi minyak Rusia hingga 10 persen. Sehingga ini berdampak pada harga minyak dunia, Bren maupun WTI," ujarnya.

Jika harga minyak dunia melambung, maka kebutuhan terhadap dolar AS akan meningkat karena transaksi banyak negara masih menggunakan mata uang negeri Paman Sam.

Ibrahim menyampaikan, perang AS-Iran maupun Ukraina-Rusia akan berdampak kepada kenaikan inflasi atau harga barang di berbagai negara menjadi naik dan akhirnya Bank Sentral Amerika maupun bank sentral lainnya mendongkrak suku bunganya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika suku bunga bank sentral naik, maka bunga obligasi maupun bunga bank akan ikut terkerek.

Kondisi ini, membuat investor yang sebelumnya menaruh uang di negara berkembang seperti Indonesia, akan kembali ke negaranya seperti Amerika karena investasi lebih terjamin keamanannya. Misalnya diobligasi negara AS.

Dengan kondisi sentimen negatif yang ada, Ibrahim pun menyebut pelemahan rupiah masih akan berlanjut dan bisa sentuh Rp17.550 per dolar AS pada pekan ini.

Dampak ke Masyarakat

Pelemahan rupiah membuat harga barang-barang menjadi naik, terutama yang komponennya yang dipenuhi dari impor.

"Kita sekarang sudah liat harga-harga mengalami kenaikan cukup signifikan," ujar Ibrahim.

Ibrahim mencontohkan, harga yang sudah pasti naik yaitu barang elektronik, obat, pupuk serta komoditas pangan seperti kedelai hingga gandum.

Terdapat komponen di pupuk yang masih impor yakni jenis NPK, Kalium (KCl), dan bahan baku fosfor. 

"Belum lagi harga plastik juga sudah mengalami kenaikan," paparnya.

Jika harga pupuk naik, maka produk pertanian dipastikan akan naik harganya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas