Menko Airlangga Hartarto: DEFA Jadi Pilar Transformasi Ekonomi Digital ASEAN
Melalui DEFA, Indonesia dapat memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, menarik lebih banyak investasi di sektor teknologi tinggi.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
4. Identitas digital (Digital Identities);
5. Mobilitas talenta digital (Talent Mobility Cooperation);
6. Kerja sama di bidang teknologi baru seperti Kecerdasan Artifisial (AI);
7. Kebijakan persaingan usaha (Competition Policy);
8. Keamanan daring dan siber (Online Safety & Cybersecurity); serta
9. Perlindungan kode sumber (Source Code Protection).
Melalui kerja sama ini, ASEAN berkomitmen untuk memperdalam integrasi digital lintas negara, memperkuat daya saing ekonomi kawasan, dan memastikan manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Manfaat DEFA bagi Indonesia dan Kawasan
DEFA diperkirakan akan memberikan kontribusi hingga 366 Miliar USD terhadap PDB ASEAN pada tahun 2030, yang setara dengan sekitar 40 persen dari total potensi ekonomi digital di kawasan tersebut.
Bagi Indonesia, perjanjian ini sejalan dengan pelaksanaan Strategi Nasional Ekonomi Digital 2030, yang mencakup penguatan infrastruktur digital seperti jaringan 5G dan pusat data, pengembangan sumber daya manusia di bidang digital, transformasi UMKM, serta penguatan regulasi keamanan siber.
Melalui DEFA, Indonesia dapat memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, menarik lebih banyak investasi di sektor teknologi tinggi, memperkuat kedaulatan data nasional, dan membangun ekosistem digital yang inklusif serta berdaya saing.
Menuju ASEAN 2045: Our Shared Future
Dewan AEC menegaskan bahwa DEFA akan berperan penting dalam mewujudkan visi “ASEAN 2045: Our Shared Future” serta mendukung penyusunan Rencana Strategis Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC Strategic Plan) 2026–2030.
Negara-negara anggota ASEAN bersepakat untuk menyelesaikan dan menandatangani DEFA secara penuh pada tahun 2026, sehingga manfaat konkret dari kerja sama digital ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan.
Capaian ini mencerminkan komitmen kuat ASEAN untuk tetap tangguh, adaptif, dan inovatif, serta memperkuat posisi kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital global.
Baca tanpa iklan