Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Transisi Energi Nasional Belum Optimal, ETP Forum Beri Rekomendasi

Pentingnya investasi riset dan pengembangan teknologi bersih, seperti baterai untuk transportasi publik, hidrogen hijau, dan amonia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
zoom-in Transisi Energi Nasional Belum Optimal, ETP Forum Beri Rekomendasi
Istimewa
TRANSISI ENERGI - Energy Transition Policy Development Forum di The Purnomo Yusgiantoro Center, Farida Zed di Jakarta, Senin (10/112025). 

Alihkan subsidi komoditas ke subsidi langsung berbasis penerima manfaat dengan memanfaatkan Data Tunggal Subsidi Energi Nasional (DTSEN).

Gunakan penghematan subsidi untuk investasi jaringan listrik mikro dan off-grid berbasis komunitas di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

2. Tata Kelola dan Regulasi

Pisahkan peran regulator dan operator bisnis energi untuk menciptakan transparansi dan menarik kepercayaan investor.

Bentuk Satuan Tugas Transisi Energi di bawah Presiden, dengan dasar hukum yang kuat agar koordinasi lintas lembaga tidak tumpang tindih.

Perluas penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) ke sektor industri dan transportasi, diselaraskan dengan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET).

3. Komitmen Jangka Panjang dan Investasi Teknologi

Rekomendasi Untuk Anda

Perkuat komitmen dalam KEN, RUKN, dan RUPTL agar sejalan dengan visi 100% energi terbarukan pada 2040 atau lebih cepat.

Dorong investasi besar dalam riset dan pengembangan teknologi bersih — mulai dari baterai kendaraan listrik, hidrogen hijau, hingga amonia sebagai bahan bakar alternatif.

4. Standar Lingkungan dan Keadilan Sosial

Terapkan standar ESG ketat dalam strategi hilirisasi mineral kritis agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Integrasikan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta Just Transition Frameworkuntuk memastikan transisi energi berjalan adil dan inklusif, tanpa meninggalkan pekerja dan kelompok rentan. 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas