Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Danantara: Garuda Indonesia Punya Banyak Pesawat yang Tidak Bisa Terbang

Pesawat yang tidak bisa terbang tak menghasilkan pendapatan, tetapi biaya sewa dan biaya tetap (fixed cost) lainnya tetap berjalan.

zoom-in Danantara: Garuda Indonesia Punya Banyak Pesawat yang Tidak Bisa Terbang
Instagram @garuda.indonesia
SUNTIKAN MODAL – Ilustrasi. Garuda Indonesia saat ini memiliki banyak pesawat tak bisa diterbangi, sehingga memberikan beban kepada perusahaan. 

Ringkasan Berita:
  • Danantara menyuntikkan modal sebesar Rp 23,67 triliun ke Garuda Indonesia.
  • Suntikan dana ini tidak hanya dialokasikan untuk Garuda Indonesia, tetapi juga ke anak usaha.
  • Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan manajemen Garuda.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara Indonesia mengungkap sejumlah pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) saat ini tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama Danantara menyuntikkan modal sebesar Rp 23,67 triliun melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

"Garuda saat ini punya banyak sekali pesawat yang grounded, tidak bisa terbang karena mereka belum melakukan maintenance (perawatan) yang dibutuhkan dan diperlukan," kata Managing Director Danantara Indonesia Febriany Eddy di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Febriany menjelaskan, kondisi pesawat grounded membuat perusahaan merugi dua kali. Pesawat tidak menghasilkan pendapatan, tetapi biaya sewa dan biaya tetap (fixed cost) lainnya tetap berjalan.

Suntikan dana ini tidak hanya dialokasikan untuk Garuda Indonesia, tetapi juga untuk perusahaan di bawah Garuda Indonesia Group seperti Citilink.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Febriany, Citilink justru memiliki jumlah pesawat tidak bisa terbang lebih banyak dibanding Garuda. Dana yang didapat ini pun juga akan dipakai untuk mendanai perawatan pesawat Citilink.

Adapun suntikan Rp 23,67 triliun sejatinya bukan yang pertama kali dilakukan Danantara ke Garuda Indonesia Group pada tahun ini. 

Sebelumnya, mereka sudah sempat memberikan modal sebesar Rp 6,65 triliun atau setara dengan 405 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang berupa pinjaman pemegang saham.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk perawatan pesawat. Dana itu dikucurkan lebih dahulu karena saat itu posisinya sangat mendesak untuk dilakukan.

Baca juga: Danantara Suntik Modal Garuda Indonesia Senilai Rp 23,67 Triliun

"Kalau ditunda, malah tahun depan takutnya sudah enggak bisa karena bolongnya sudah besar banget. Jadi sebagian besar uangnya sebenarnya untuk itu," ujar Febriany.

Selain perawatan pesawat, kucuran uang ke Garuda Indonesia Group ini juga akan digunakan oleh Citilink untuk membayar utang avtur. Ada juga untuk inbreng lahan dari PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Ketiga langkah tersebut merupakan bagian dari paket restrukturisasi yang disiapkan untuk memperbaiki keuangan Garuda Indonesia agar kembali sehat.

Febriany menegaskan bahwa dukungan modal ini baru langkah awal. Ke depannya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan manajemen Garuda.

Ia berharap tambahan modal tersebut dapat membuat posisi neraca keuangan Garuda Indonesia Group kembali positif. Jika negatif terus-menerus, kata dia, perusahaan tidak bisa beroperasi secara normal.

Ia memastikan dana yang sudah dikucurkan ini akan dipantau secara ketat oleh Danantara.  

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas