Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ketika Negara Melawan Mafia Migas: Agenda Besar Prabowo Mengembalikan Aset Bangsa

Penegakan hukum yang agresif menunjukkan negara sedang mengambil kembali kendali penuh atas sumber daya strategis dari tangan konglomerat hitam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ketika Negara Melawan Mafia Migas: Agenda Besar Prabowo Mengembalikan Aset Bangsa
Tribunnews/Jeprima
BERANTAS MAFIA MIGAS - Presiden Prabowo Subianto. Penegakan hukum yang agresif menunjukkan negara sedang mengambil kembali kendali penuh atas sumber daya strategis dari tangan konglomerat hitam. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo dinilai sedang mereset ulang sumber daya ekonomi Indonesia.
  • Prabowo sedang mengembalikan sumber daya ekonomi negara agar kembali ke trek yang benar.
  • Langkah penegakan hukum yang agresif menunjukkan bahwa negara sedang mengambil kembali kendali penuh atas sumber daya strategis dari tangan konglomerat hitam.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Pertamina saat ini merupakan upaya langsung negara menghadapi konglomerat hitam migas yang selama puluhan tahun menguasai aliran ekonomi energi secara ilegal.

Mafia migas adalah istilah untuk jaringan atau kelompok yang melakukan praktik ilegal, manipulatif, dan koruptif dalam sektor minyak dan gas bumi (migas) demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, sering kali merugikan negara dan masyarakat.

Menurutnya, Prabowo sedang melakukan reset besar-besaran untuk mengambil kembali kontrol negara atas sumber daya strategis yang sebelumnya dikuasai oleh jaringan bisnis gelap.

Baca juga: Hentikan Mafia Migas, Akademisi: Pertamina Harus di Bawah Kendali Presiden

Adib menyebut bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah overhaul total atas pengelolaan migas, tambang, hingga efisiensi anggaran pemerintah daerah. 

“Prabowo sedang mereset ulang sumber daya ekonomi Indonesia. Dari migas, tambang, sampai efisiensi anggaran pemda. Semua ditata ulang, dimainkan ulang, dan pemain-pemain yang tidak sesuai regulasi dihentikan. Ini bukan sekadar penertiban, ini pembersihan struktural,” tutur Adib kepada wartawan Rabu (26/11/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Adib menilai Prabowo sedang mengembalikan sumber daya ekonomi negara agar kembali ke trek yang benar, sesuai dengan janji kampanye yang sejak awal sering menyinggung adanya “kebocoran-kebocoran besar” di sektor energi.

Dalam konteks migas, Pertamina disebut Adib menjadi ujung tombak utama pelaksanaan reset tersebut. Dengan penertiban rantai pasok, distribusi, lifting, hingga tata kelola internal, Pertamina kini berada dalam posisi yang sama sekali berbeda dibanding era sebelumnya.

“Prabowo selalu menyinggung kebocoran migas. Nah, apa yang dilakukan saat ini adalah implementasi janji itu. Pertamina diberi ruang penuh untuk bertindak, dan dibackup oleh Presiden serta aparat hukum,” katanya.

Adib menegaskan bahwa inti pertarungan politik-ekonomi saat ini bukan lagi soal kontestasi antarelite, tetapi pertarungan langsung negara versus konglomerat hitam migas yang selama puluhan tahun menikmati hasil sumber daya alam secara tidak sah.

“Musuh Prabowo itu satu sekarang: konglomerat-konglomerat hitam yang menikmati kekayaan alam tidak sesuai aturan. Mereka ini godfather-godfather lama yang tidak mau kehilangan akses,” ujarnya.

Ia menilai pertarungan ini akan terus berlangsung dan publik harus melihatnya sebagai bentuk pemulihan sistem negara, bukan sebagai kegaduhan biasa. Menurut Adib, jika konsisten, perubahan ini dapat menghasilkan dampak ekonomi signifikan bagi rakyat.

“Ini fase penting. Prabowo sedang merapikan ulang semuanya, dari hulu ke hilir. Sumber daya negara harus kembali ke negara, bukan ke sekelompok konglomerat hitam. Ini proses yang berat, tapi sangat tepat,” kata Adib.

Menurut Adib, langkah tegas terhadap mafia migas—yang selama ini menikmati aliran ekonomi besar di luar regulasi—pasti memicu resistensi dan perlawanan.

“Selama ini mereka menikmati hasil empuk dari pengelolaan migas yang tidak sesuai aturan. Begitu disetop, pasti marah. Apalagi uangnya bukan miliaran, tapi bisa triliunan. Maka serangan balik pasti terjadi,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas