AGII dan PII Teken Kerja Sama Pelatihan dan Sertifikasi Insinyur Gas Industri
Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) menggelar seminar teknis tahunan yang berfokus pada aspek keselamatan kerja di sektor gas industri.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) menggelar seminar teknis tahunan yang berfokus pada aspek keselamatan kerja di sektor gas industri.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AGII dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Ketua Umum AGII Rachmat Harsono mengatakan, kerja sama tersebut mencakup pelatihan serta sertifikasi bagi para insinyur yang bergerak di industri gas. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tenaga teknik memiliki standar kompetensi yang sama.
Baca juga: ASAKI Desak PGN Cabut Aturan Batas Harian dan Surcharge Gas Industri
"Kerja sama mengenai sertifikasi, agar seluruh engineer-engineer. Karena banyak sekali engineer sih yang ada di asosiasi. Itu agar bersama-sama PII kita punya sama-sama instandart. Sehingga kita bisa elevate to next level lah kira-kira," kata Rachmat saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Selain itu, Rachmat juga menyoroti isu keselamatan terkait dengan hydrostatic test yaitu uji kelayakan tabung gas yang wajib dilakukan selama lima tahun.
"Hydrostatic test itu sangat penting. Karena hydrostatic test itu adalah test yang dimana anti kebocoran. Jadi setiap 5 tahun sekali, setiap silinder itu harus menjalani hydrostatic test," ucap dia.
"Jadi seringkali orang-orang, para anggota dan distributor gak tahu mengoperasikan botol atau silinder seperti apa. Lalu testnya juga sama seperti itu. Oleh karena itu kita juga mengharuskan 100 persen hydrostatic test," imbuhnya menegaskan.
Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Teguh Haryono menilai kerja sama dengan AGII ini sangat penting karena sumber daya manusia khususnya engineer, merupakan faktor paling krusial dalam menjaga keselamatan di industri gas.
Baca juga: Pengusaha Khawatir Pasokan Gas Industri Tersendat: Memberatkan, Bisnis Makin Suram
'PII ini kan menaungi seluruh engineer Indonesia. Dan salah satunya adalah pasti berkaitan dengan gas, dan kimia maupun yang lainnya. Dan itu menjadi sangat penting karena tadi konsepnya disampaikan bahwa kita bukan yang sertifikasi. Yang paling penting adalah safety tadi penting," tegasnya.
Sedangkan dari sisi pemerintah yang diwakili oleh Sri Bimo Pratomo Sesditjen IKFT Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa industri gas merupakan sektor strategis, karena menopang berbagai program prioritas nasional mulai dari industrialisasi, industri biru hingga industri hijau.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya standar keselamatan dan inspeksi peralatan, mengingat masih adanya insiden ledakan tabung akibat minimnya proses pemeriksaan.
"Kalau industri hulunya kuat, tentunya industri hilirisasi maupun industri hilirnya akan kuat juga. Akan meningkatkan desain juga untuk industri dari hilirnya. Itu sangat penting sekali," tegas Bimo.
Bimo juga menegaskan bahwa kolaborasi antara asosiasi dan PII serta pemerintah perlu diperkuat agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.
"Karena sektor IKFT, sektor gas ini sumbangsihnya luar biasa terhadap perekonomian di Indonesia," tutur dia.
Baca tanpa iklan