Danantara akan Terbitkan Patriot Bond Kedua dan Obligasi Global
Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan menjelaskan bahwa Patriot Bond merupakan private placement, bukan public issuance.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Penerbitan tahap kedua Patriot Bond akan dilakukan jika minat investor sudah cukup besar
- Selain Patriot Bond, Danantara juga menyiapkan penerbitan obligasi global untuk memperluas sumber pendanaan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara Indonesia bersiap menerbitkan Patriot Bond kedua serta obligasi global.
Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan menjelaskan bahwa Patriot Bond merupakan private placement, bukan public issuance.
Ia menyebut penerbitan tahap kedua Patriot Bond akan dilakukan jika minat investor sudah cukup besar.
Baca juga: Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Didanai dari Patriot Bond
"Ada kedua kalau misalnya ada minat yang besar. Kami pasti akan buka lagi," kata Ali di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Pada Patriot Bond pertama, Danantara menargetkan bisa mengantongi dana Rp 50 triliun atau sekitar 3,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Hasil yang didapat, berdasarkan pengakuan dari pihak Istana, Patriot Bond memberikan Danantara lebih dari Rp 50 triliun.
Selain Patriot Bond, Danantara juga menyiapkan penerbitan obligasi global untuk memperluas sumber pendanaan.
"Kami melihat itu waktu nanti momennya tepat misalnya US treasury udah turun rendah, jadi secara spread harga lebih murah," ujar Ali.
Danantara akan lebih dulu melakukan pre-rating work dengan menggandeng Fitch, S&P, hingga Moody's.
"Kita secara cost juga cost of fund juga maunya jangan terlalu tinggi. Kalau yieldnya masih tinggi ngapain kita istilahnya itu menjadi beban buat kita ke depannya," ucap Ali.
Baca juga: Celios: Patriot Bond adalah Asuransi Politik Bagi Konglomerat RI Agar Bisnisnya Tak Diganggu
Sayangnya, Ali belum bisa memastikan waktu penerbitan obligasi global ini. Satu hal pasti, rating-nya akan dilakukan pada 2026.
Ia memperkirakan denominasi obligasi yang akan diterbitkan Danantara di pasar global akan menggunakan dolar AS.
Namun, Danantara tetap membuka kemungkinan penggunaan dim sum bond atau obligasi dengan denominasi mata uang yuan (Renminbi/CNH).
"Itu juga kita pelajari, tapi pasti prioritas dolar AS dulu karena itu kan mata uang yang paling banyak dipakai," kata Ali.
Baca tanpa iklan