Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1
Saat ini tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 90–95 persen.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Sebagaiman diketahui, layanan internet via satelit milik Elon Musk, Starlink, memberikan akses internet gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir parah di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera.
Baca juga: BNPB Fokus Pencarian Korban dan Pemenuhan Logistik dalam Penanganan Banjir di Sumatra
Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan teknologi untuk membantu pemulihan komunikasi di daerah yang mengalami bencana.
Pengumuman resmi mengenai layanan internet gratis ini disampaikan melalui akun resmi Starlink di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
Starlink menegaskan bahwa layanan gratis ini berlaku bagi pelanggan baru maupun lama hingga akhir Desember 2025.
Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan bantuan berkelanjutan selama masa pemulihan bencana.
Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX, dalam unggahannya menyatakan bahwa SpaceX memiliki kebijakan standar untuk menggratiskan layanan internet Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun.
Dia mengatakan, tidak etis jika perusahaan mengambil keuntungan dari situasi musibah.
"Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah," ujar Elon Musk, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB.
Baca tanpa iklan