Konsistensi Grup Merdeka Tegaskan Komitmen ESG dan Keberlanjutan Bukan Sekadar Slogan
Bagi PT Merdeka Copper Gold dan seluruh anak usaha, ESG bukanlah kotak checklist tetapi adalah bagian dari DNA perusahaan.
Penulis:
Nurfina Fitri Melina
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Sepanjang tahun 2025 Grup Merdeka menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan (sustainability) dan ESG (Environmental, Social, Governance) bukanlah sekadar slogan, tetapi sudah menjadi landasan bisnis perusahaan.
Bagi PT Merdeka Copper Gold, Tbk (IDX: MDKA) dan seluruh anak usaha, ESG bukanlah kotak checklist tetapi adalah bagian dari DNA perusahaan yang mempengaruhi setiap pengambilan keputusan, dari eksplorasi, pengembangan proyek, operasi harian, hingga interaksi dengan pemangku kepentingan dan masyarakat.
Head of Corporate Communications MDKA, Tom Malik menyampaikan bahwa Grup Merdeka konsisten menjalankan operasi tambang dan pemrosesan mineral dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab sosial.
Ia menyebut, hal ini termasuk praktik Good Mining Practices yang meminimalkan dampak lingkungan dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan pekerja dan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Kami tidak melihat ESG sebagai beban atau kewajiban, tapi sebagai kompas moral dan strategi bagi keberlanjutan perusahaan dan masyarakat,” ujar Tom.
Baca juga: Komitmen Merdeka Copper Gold Terhadap Kelestarian Lingkungan Lewat Cara Ini
Sederet Capaian, Penghargaan, dan Langkah Nyata
Lewat serangkaian pencapaian, penghargaan, dan langkah nyata, Grup Merdeka kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia.
Komitmen grup Merdeka dalam menerapkan prinsip ESG yang konsisten pun dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi serta pengakuan terbaik dari sejumlah lembaga Nasional dan Internasional.
Pencapaian ini mencerminkan tindakan nyata dan terukur grup Merdeka terhadap keberlanjutan, serta pengakuan atas upaya serius dalam menerapkan prinsip bisnis pertambangan yang bertanggung jawab (Good Mining Practices).
Pada November lalu, grup Merdeka meraih penghargaan Platinum dan Emas di ajang bergengsi Internasional Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 yang digelar di Denpasar, Bali. MDKA meraih Platinum Rank untuk pertama kalinya, yang merupakan peringkat tertinggi dalam ASRRAT.
Sementara itu, salah satu anak usaha grup Merdeka yakni PT Merdeka Battery Materials,Tbk (IDX:MBMA) berhasil mempertahankan Gold Rank yang pernah diraih pada tahun sebelumnya.
Penghargaan ini mencerminkan kualitas tinggi dalam transparansi, akuntabilitas, dan komprehensivitas pelaporan ESG.
Selain itu, pengakuan global terhadap prestasi keberlanjutan dan transparansi pelaporan grup Merdeka tercermin dari berhasilnya PT Merdeka Copper Gold Tbk mempertahankan rating ESG “A” dari MSCI sebagai pemeringkat global, yang menempatkan MDKA sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia pada sektor logam dan pertambangan terdiversifikasi yang mendapatkan rating tersebut.
Baca juga: Terapkan Good Mining Practice, Anak Usaha Merdeka Copper Diganjar Seabrek Penghargaan Pemerintah
MDKA juga berhasil mempertahankan peringkat #1 dalam Sustainalytics ESG (Environmental, Social, Governance) Risk Rating untuk sektor pertambangan terdiversifikasi yang dinilai secara comprehensive oleh Morningstar Sustainalytics.
Sementara itu, pada tingkat Nasional, MDKA menerima penghargaan PRISMA (Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia) dari Menteri HAM untuk Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.
MDKA mendapatkan skor yang masuk pada kategori Hijau atau tingkat kepatuhan tinggi terhadap penerapan dan perlindungan HAM.
Selain itu, MDKA juga resmi masuk ke dalam dua indeks terkemuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.
Di tingkat operasi, Merdeka juga meraih berbagai prestasi sebagai pengakuan bahwa ESG bukan sekadar pelaporan tetapi merupakan integrasi operasional dan kinerja nyata.
Anak perusahaan Merdeka, PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur dan PT Sulawesi Cahaya Mineral yang mengelola Tambang Nikel Konawe di Sulawesi Tenggara meraih peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Selain itu PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) yang mengoperasikan pabrik Acid Iron Metal di Morowali, Sulawesi Tengah meraih penghargaan TOP CSR Award 2025 dengan capaian Bintang 4 berkat tata kelola CSR yang dinilai sangat baik, khususnya melalui program unggulan BUMILOKA (BUMDes Penggerak Motor Ekonomi Lokal).
Serta, PT Batutua Kharisma Permai (BKP) yang mengelola Tambang Tembaga di Wetar, Maluku secara resmi menyerahkan hasil pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 142,14 hektare kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Kehutanan.
Dengan beragam pencapaian ini, Grup Merdeka berharap dapat memperkuat kepercayaan investor dan pemangku kepentingan, sekaligus memotivasi seluruh insan Merdeka untuk terus menciptakan nilai jangka panjang melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab, transparan, dan berwawasan lingkungan.
Baca juga: Rayakan 12 Tahun Kiprah di Bisnis Tambang, Merdeka Copper Siap Jadi Pemain Utama di Industri Mineral
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.