Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Harus Personal, Tak Bisa Disamaratakan
Setiap individu memiliki kondisi kulit, gaya hidup, serta paparan lingkungan yang berbeda, sehingga pendekatan medis harus personal dan berbeda
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Dokter Yohanes Ridora Gusnanda menegaskan perawatan kulit dan estetika harus disesuaikan dengan kondisi tiap individu, sehingga konsultasi menjadi langkah utama sebelum treatment
- Faktor usia, gaya hidup, hingga lingkungan sangat memengaruhi kondisi kulit dan jenis perawatan yang dibutuhkan
- Tanpa evaluasi medis, treatment berisiko tidak tepat dan menimbulkan masalah baru.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perawatan kulit dan tindakan estetika tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Setiap individu memiliki kondisi kulit, gaya hidup, serta paparan lingkungan yang berbeda, sehingga pendekatan medis harus bersifat personal, terukur, dan berbasis evaluasi dokter.
Hal ini ditegaskan oleh dr Yohanes Ridora Gusnanda, Sp.DVE, yang menekankan bahwa konsultasi menjadi langkah paling penting sebelum menentukan jenis perawatan.
“Banyak pasien masih menganggap treatment kulit bisa dipilih secara instan, padahal tanpa analisis yang tepat justru berisiko menimbulkan masalah baru,” kata Yohanes di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dokter yang praktik di Kalyce Aesthetic Clinic di Jalan Pasar Minggu Pancoran Jakarta Selatan ini menjelaskan, kondisi kulit setiap orang berbeda, baik dari sisi usia maupun aktivitas harian.
"Perawatan kulit pada usia muda tentu tidak sama dengan usia yang lebih matang. Begitu juga antara mereka yang bekerja di dalam ruangan (indoor) dan yang sering terpapar sinar matahari serta polusi (outdoor)," katanya.
Perbedaan tersebut sangat memengaruhi kondisi kulit, mulai dari tingkat hidrasi, sensitivitas, hingga risiko penuaan dini. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi kunci utama untuk menentukan treatment yang tepat dan aman.
Dalam proses konsultasi, dokter biasanya melakukan analisis menyeluruh, mulai dari jenis kulit, riwayat masalah kulit, gaya hidup, hingga penggunaan produk sebelumnya. Dari hasil tersebut, barulah disusun rencana perawatan yang sesuai dan efektif.
Hati-hati Tren Perawatan
Yohanes juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap tren perawatan yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, tidak semua treatment yang populer cocok untuk semua orang, dan penggunaan tanpa evaluasi medis dapat menimbulkan iritasi hingga ketergantungan produk.
Baca juga: Soal Perawatan Kulit, Aktris Astrid Tiar Merasa Tak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri
Pandangan ini turut diamini oleh sejumlah pasien seperti Shakila dan Sania.
Keduanya mengaku lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan langsung dari dokter sebelum menjalani perawatan.
“Kami butuh penjelasan yang jelas dari dokter agar merasa aman dan yakin dengan tindakan yang dipilih,” ujar Shakila.
Senada, dokter spesialis lain di klinik yang sama, Kevin Leonardo Suryadinata, Sp.BP-RE, menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi fondasi utama dalam layanan estetika, terutama pada tindakan bedah.
Baca tanpa iklan