Lanjutkan Reli, IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat Lagi di 6.306
Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,15 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,60 triliun.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- IHSG melanjutkan reli pada perdagangan pagi ini setelah menguat di awal pekan ini dengan naik 0,82 persen ke level 6.306,52 pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pukul 09.02 WIB.
- Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,15 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,60 triliun dengan 389 saham menguat sebagai penopang indeks dan 105 saham melemah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli pada perdagangan pagi ini setelah menguat di awal pekan ini. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melesat 0,82 persen ke level 6.306,52 pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pukul 09.02 WIB.
Seluruh sektor kompak menguat jadi penopang laju IHSG. Sektor yang naik paling tinggi antara lain barang baku, keuangan, infrastruktur, barang konsumer primer, transportasi, properti dan real estate, barang konsumer non primer dan energi.
Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,15 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,60 triliun. Ada sebanyak 389 saham yang menguat jadi penopang indeks dan 105 saham melemah serta 206 saham stagnan.
Top gainers di LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) 2,86 persen ke Rp 900 per saham
2. PT Merdeka Battery Minerals (MBMA) 2,94 persen ke Rp 525 per saham
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 3,19% ke Rp 6.475 per saham
Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 2,01% ke Rp 730 per saham
2. Pt Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 1,27% ke Rp 1.165 per saham
3. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 0,85% ke Rp 585 per saham
Baca juga: IHSG Menguat, Danantara: Investor Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia
Saham Rekomendasi
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memproyeksikan IHSG hari ini akanmelanjutkan penguatan setelah berhasil membentuk pola V-shape recovery yang didukung oleh membaiknya sentimen pasar serta mulai melandainya tekanan jual investor asing.
Secara teknikal, momentum penguatan masih cukup terjaga selama IHSG mampu bertahan di atas area support. "Kami memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.071–5.931 dengan target resistance berada pada kisaran 6.300–6.360," kata Reza dikutip Kontan.
Dari sisi sentimen, Reza bilang pelaku pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,50%, serta pertemuan The Fed pekan depan yang juga diperkirakan menahan suku bunga acuannya.