Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Garuda Yamato Steel-SMS Group Kerjasama Modernisasi Pabrik Baja BP-1 di Cikarang

Garuda Yamato Steel menggandeng SMS Group untuk memodernisasi fasilitas pengolahan dan produksi baja menjadi lebih efisien

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Garuda Yamato Steel-SMS Group Kerjasama Modernisasi Pabrik Baja BP-1 di Cikarang
Tribunnews.com/HO
MODERNISASI PABRIK BAJA - President Direktur PT Garuda Yamato Steel, Tony Taniwan, usai acara penandatanganan kerjasama modernisasi pabrik BP-1 dengan SMS Group di Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 9 Desember 2025. Kerjasama ini juga memungkinkan Garuda Yamato Steel memproduksi varian baja tahan gempa. 

Ringkasan Berita:
  • Industri manufaktur baja nasional Garuda Yamato Steel dan SMS Group menandatangani kerjasamamodernisasi pabrik BP-1 di Cikarang, Jawa Barat.
  • Kerjasama ini akan semakin mendorong kemandirian industri baja nasional dengan menghadirkan varian produk baja profil terbesar di pasar Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, CIKARANG - Perusahaan industri baja terintegrasi PT Garuda Yamato Steel (GYS) menandatangani kerjasama strategis dengan SMS Group untuk memodernisasi fasilitas pengolahan dan produksi baja menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dari kerjasama ini, GYS memproyeksikan bisa meningkatkan kapasitas produksi bajanya naik menjadi 1 juta ton di 2027. Kerjasama ini juga akan menghasikan varian produk baja profil terbesar untuk pasar Indonesia.

Penandatanganan kerjasama GYS dengan SMS Group dilakukan untuk BP-1 Revamp Project” berlangsung di kantor pusat Garuda Yamato Steel, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, dan dihadiri perwakilan pemerintah, distributor, kontraktor, fabrikator struktur, Selasa, 9 Desember 2025.

Baca juga: Bahas Penguatan Industri Baja Rendah Emisi, Wamenperin Kunjungi Fasilitas Tenova di Italia

Dari GYS diwakili Deputy President Director GYS Mamoru Nakata dan President Director GYS Tony Taniwan. Sementara dari SMS Group diwakili Representative Bernhard Steenken dan Direktur SMS Group Indonesia Jhonson Panggabean.

Kolaborasi Garuda Yamato Steel dengan SMS Group salah satu kunci utama dalam penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri. 

Rekomendasi Untuk Anda

President Direktur PT Garuda Yamato Steel, Tony Taniwan, menyatakan kerja sama ini merupakan wujud komitmen GYS dalam menjawab tantangan dan peluang industri baja nasional, termasuk dengan menunjuk SMS Group sebagai mitra strategis. 

“Langkah strategis ini mencerminkan visi GYS untuk menjadi pioneer dalam memajukan industri baja Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi nasional,” ungkap Tony. 

Baca juga: Purbaya Janji Benahi Kekacauan Tata Niaga Impor Baja Konstruksi

Dari kerja sama ini GYS akan mendapat dukungan teknologi penuh dari SMS Group untuk proses produksi baja yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebutuhan pasar dalam negeri yang terus berkembang terutama dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta. 

"Ke depan kami memperluas portofolio produk serta variasi ukuran dan spesifikasi yang sebelumnya belum tersedia di pasar domestik dengan kualitas tinggi dan daya saing yang lebih baik. Upaya ini memperkuat pemenuhan kebutuhan industri baja dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor," ungkap Tony.

Tony menjelaskan, kehadiran varian baru produk baja saat ini penting untuk mendukung kebutuhan di proyek-proyek fabrikasi yang lebih kompleks dan kompetitif.

Kerja sama dengan SMS Group ini juga akan mendorong produksi baja ramah lingkungan (low carbon emission steel) yang mengadopsi teknologi modern yang mendukung dekarbonisasi sektor industri baja Indonesia dan bergerak menuju produksi yang lebih ramah lingkungan. 

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Dodiet Prasetyo mengatakan, kerjasama Garuda Yamato Steel dengan SMS Group sejalan dengan agenda strategis pemerintah.

“Kita membutuhkan industri baja yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Langkah Garuda Yamato Steel menggandeng SMS Group merupakan contoh nyata bagaimana pelaku industri nasional menyelaraskan diri dengan agenda dekarbonisasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan substitusi impor," ungkap Dodiet.

Dia menegaskan, Pemerintah menyambut baik inisiatif ini karena memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi nasional.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas