Ratusan Pelajar dari 3 SMA di Jakarta dan Bogor Ikuti Workshop Kewirausahaan
Di tengah tekanan sosial dan digital yang memicu stres finansial, generasi muda kini melihat penciptaan peluang ekonomi.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 667 pelajar dari tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta dan Bogor mengikuti workshop yang mengajarkan kewirausahaan di bangku sekolah.
- Di program ini para siswa mendapat pembekalan keterampilan praktis seperti cara menemukan peluang, menyusun rencana bisnis yang terukur serta mengambil keputusan finansial yang bijak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesadaran remaja Indonesia dalam merencanakan masa depan finansial belakangan disebut meningkat berdasarkan hasil survei terbaru.
Survei mengungkap, 46 persen remaja kini menjalani pekerjaan sampingan atau bisnis kecil untuk menambah pemasukan sekaligus sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.
Sebanyak 59 persen generasi Z aktif menabung untuk memulai usaha. Di tengah tekanan sosial dan digital yang memicu stres finansial, generasi muda kini melihat penciptaan peluang ekonomi sendiri sebagai jalan utama menuju stabilitas finansial.
Baca juga: KB Bank Hadirkan GenKBiz & Star Festival 2025 di Bandung, Dorong Kreativitas dan Wirausaha Muda
“Kewirausahaan kini menjadi pilihan nyata bagi generasi muda untuk membangun kemandirian finansial," ungkap Dony Sianipar, Legal Director PT AIG Insurance Indonesia di acara edukasi kewirausahaan dan literasi keuangan Be Entrepreneurial dan Fin Hero.
Dia mengatakan, para siswa mendapat pembekalan keterampilan praktis seperti cara menemukan peluang, menyusun rencana bisnis yang terukur, hingga mengambil keputusan finansial yang bijak.
"Program ini memberi mereka pengalaman langsung untuk menguji ide, menilai risiko, dan memahami bagaimana sebuah usaha dapat tumbuh menjadi peluang ekonomi," ujarnya dikutip Sabtu, 20 Desember 2025.
Program ini diselenggarakan AIG Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan melibatkan 667 siswa di Jakarta dan Bogor dan berlangsung pada September–Desember 2025.
Sekolah yang terlibat adalah SMAN 117 Jakarta, SMAN 116 Jakarta, dan SMAN 5 Bogor.
Kurikulum program membawa siswa menelusuri proses membangun usaha: mulai dari memahami konsep kewirausahaan, menggali peluang, menyusun model bisnis, hingga mempresentasikan rencana usaha melalui sesi business pitch.
Program ini menargetkan lahirnya 90 rencana bisnis siswa, yang akan dipamerkan dan diuji melalui kegiatan Market Day.
Di kegiatan ini siswa mendapatkan ruang belajar yang aplikatif bagi si
swa, memperkuat mentalitas wirausaha, dan menanamkan keterampilan finansial yang relevan sejak di sekolah.
Program Fin Hero membawa edukasi literasi keuangan dasar kepada 60 siswa SDN 09 Bendungan Hilir, Jakarta pada April 2025.
Melalui pendekatan interaktif yang mencakup permainan peran, simulasi keputusan finansial, dan diskusi aplikatif, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan uang seperti penetapan tujuan keuangan, penyusunan prioritas pembelanjaan, serta tanggung jawab dalam membuat keputusan finansial.