Lonjakan Mobilitas Masyarakat saat Liburan Nataru Perlu Antisipasi Lintas Sektor
Uji tera alat ukur BBM di SPBU penting dilakukan secara berkala untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah kecurangan.
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menuntut kesiapan berbagai pihak.
- Kolaborasi lintas sektor (pemerintah, lembaga konsumen, penyedia energi) diperlukan untuk menjaga kelancaran perjalanan dan kebutuhan publik.
- Uji tera alat ukur BBM di SPBU penting dilakukan secara berkala untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah kecurangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi fenomena tahunan yang selalu menuntut kesiapan berbagai pihak.
Arus perjalanan meningkat pesat, baik di jalur darat, laut, maupun udara, sehingga kebutuhan akan layanan publik yang memadai menjadi semakin mendesak.
Situasi ini menuntut adanya pengawasan ketat terhadap fasilitas umum, termasuk ketersediaan energi dan sarana transportasi, agar masyarakat dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman.
Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Nurmadi H. Sumarta, menekankan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat di periode liburan harus diantisipasi dengan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: Tinjau Pangkalan Gas di Mandailing Natal, Wamen Yuliot Jamin Ketersediaan BBM dan LPG
“Setiap upaya kolaborasi dan sinergi tentu saling melengkapi dan akan meningkatkan hasil pelayanan yang lebih baik. Apalagi dalam situasi liburan, Natal, Tahun Baru maupun Lebaran, arus perjalanan mengalami peningkatan pesat,” ujar Nurmadi, menanggapi kolaborasi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Pertamina Patra Niaga, Kamis (25/12/2025).
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS ini juga menyoroti pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen. Nurmadi mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk pengawasan yang harus dilakukan secara berkala.
“Uji tera alat ukur merupakan upaya untuk jaminan dan pengawasan kualitas ukuran. Kapan pun secara periodik perlu dilakukan, agar konsumen tidak dicurangi dan dirugikan,” katanya.
Dari sisi kenyamanan dan keselamatan publik, Nurmadi menilai kehadiran fasilitas dari Pertamina memiliki peran strategis, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
“Fasilitas untuk transit atau beristirahat sangat penting agar risiko kelelahan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan bisa diminimalisir. Dalam kondisi liburan, layanan sejenis perlu disediakan di setiap titik strategis,” jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya apresiasi terhadap para operator SPBU dan petugas lapangan yang bekerja langsung melayani masyarakat.
“Apresiasi akan memberikan kebanggaan dan pengakuan terhadap kinerja. Tentu akan mendorong semangat kerja dan pelayanan yang lebih baik, terutama frontliner,” ujarnya.
Meski demikian, Nurmadi menekankan bahwa persepsi masyarakat secara menyeluruh tetap perlu diukur melalui survei konsumen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa strategi peningkatan layanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan publik.
“Untuk mengetahui persepsi secara umum perlu survei konsumen. Namun secara umum strategi peningkatan layanan merupakan bentuk kepedulian. Hal ini tentu berpengaruh pada tersedianya pasokan energi yang cukup,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menggandeng YLKI untuk mengawal kenyamanan masyarakat dalam menikmati masa libur Nataru.
Kedua pihak melakukan kunjungan ke SPBU dan fasilitas layanan di Rest Area KM 57. Kegiatan ini mencakup uji tera alat ukur BBM hingga pengecekan kesiapan fasilitas istirahat bagi masyarakat.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.