Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ketika Daun dan Rempah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional hingga Global

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, di mana telah menyerap tenaga kerja sebesar 96,9 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ketika Daun dan Rempah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional hingga Global
(Ho/Campus League)
GENJOT EKONOMI - Irfan Kristiyanto yang merupakan pendiri Jarihitam Ecoprint. Langkahnya ke pasar global dimulai saat Dinas Industri Perdagangan Provinsi (Disperindag) Jawa Barat memboyong Jarihitam dalam misi dagang. 

Ringkasan Berita:
  • UMKM berbasis ecoprint dan minyak atsiri berhasil menciptakan produk bernilai tinggi dari bahan alam lokal.
  • Usaha dikembangkan lewat komunitas, pendampingan, dan kolaborasi koperasi serta BUMN.
  • Dampaknya meluas, membuka lapangan kerja, ekspor, dan ekonomi berkelanjutan dari hulu ke hilir.

 

TRIBUNNEWS.COM, - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, di mana telah menyerap tenaga kerja sebesar 96,9 persen dan berkontribusi 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Bahkan tidak jarang UMKM turut menggerakan ekonomi global, yang mana produk lokal sudah banyak menembus pasar ekspor.

Satu di antaranya, Jarihitam Ecoprint yang memanfaatkan dedaunan dan ranting di sekitar lingkungan.

Irfan Kristiyanto yang merupakan pendiri Jarihitam Ecoprint mengaku mulai merintis usahanya sejak 2018, berbekal pengetahuan yang didapat dari internet.

Baca juga: Didominasi Perempuan, Pelaku UMKM di Indonesia Terjebak Modal dan Manajemen Usaha

Dengan modal awal sekitar Rp 25 juta yang dikumpulkan bertahap, Irfan mulai menekuni ecoprint secara serius. Selama dua bulan penuh, ia bereksperimen dengan teknik, media kain, dan daun

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui uji coba yang dilakukan berkali-kali, dia akhirnya bisa menemukan teknik dan formula yang tepat untuk memanfaatkan bahan baku dari lingkungan di sekitar rumahnya menjadi produk bernilai tinggi. 

"Saya berpikir ini sangat menarik sekali, karena bahan bakunya dari lingkungan, semuanya ada di sekitar kita. Dan isunya sangat seksi, sampai kapan pun ecoprint tidak akan pernah mati," ujar Irfan dikutip Jumat (26/12/2025).

Sejak awal, Irfan melihat ecoprint bukan sekadar produk, tetapi ekosistem bisnis. Maka tiga bulan memulai bisnis Jarihitam Ecoprint, dia memberanikan diri membuka kelas untuk memperkenalkan ecoprint ke masyarakat sekitar. 

Tujuannya, agar bisnis dan alam berkelanjutan. Sebab, penjualan boleh berkembang, tetapi kesinambungan alam harus dijaga. Pola ini pula yang membuat Jarihitam tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan.

"Ketika saya mengajar dan mengajak orang banyak untuk belajar ecoprint, harapannya banyak orang yang akan menanam. Kita harus menjaga kesinambungan, harus menanam. Saya sebagai mentor menekankan bahwa kita jangan cuman hanya mengambil daun, lalu habis dan pindah tempat. Itu sama saja seperti hama," jelas dia. 

Komersialisasi Jarihitam dimulai sejak 2018 lewat pameran-pameran offline. Irfan sengaja tidak langsung masuk pasar online. Menurutnya, ecoprint perlu disentuh dan dirasakan.

Sementara langkahnya ke pasar global pun dimulai saat Dinas Industri Perdagangan Provinsi (Disperindag) Jawa Barat memboyong Jarihitam dalam misi dagang. Dari sana, pintu-pintu ekspor terbuka. 

Belgia menjadi negara pertama yang disambangi pada 2018, disusul Perancis dan Jerman pada 2019, lalu Selandia Baru pada 2020. Kerja sama ekspor terpanjang dijalani dengan buyer dari Rusia dengan menjual kain buatannya pada periode 2024-2025, dan masih akan berlanjut.

Seiring meningkatnya permintaan, Irfan sadar ia tak bisa berjalan sendiri. Solusinya bukan pabrik besar, melainkan komunitas. Warga sekitar dilibatkan, mulai dari penjahit hingga penyedia bahan. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas