Ekspresi Purbaya Dengar Curhatan KSAD Soal Biaya Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh
Maruli menjelaskan kebutuhan jembatan bailey untuk memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh yang mencapai 24 unit.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memasang ekspresi jenaka ketika mendengar curhatan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak soal kebutuhan pendanaan untuk menangani pembangunan jembatan bailey di Aceh.
- KSAD Maruli menjelaskan kebutuhan jembatan bailey untuk memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh yang mencapai 24 unit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memasang ekspresi jenaka ketika mendengar curhatan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak soal kebutuhan pendanaan untuk menangani pembangunan jembatan bailey pasca banjir-longsor di Provinsi Aceh.
Momen itu terjadi saat rapat koordinasi (rakor) yang digelar Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Selasa (30/12/2025).
Awalnya, Maruli menjelaskan kebutuhan jembatan bailey untuk memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh yang mencapai 24 unit. Menurut Maruli, jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah.
"Namun kita terus menyesuaikan dengan jumlah jembatan Bailey yang kita miliki. Alhamdulillah, Presiden kita sudah merencanakan pembelian jembatan Bailey dari luar negeri. Namun memang, hampir tidak ada negara yang ready stock. Karena itu, jembatan Bailey dikumpulkan dari beberapa negara untuk bisa menyuplai kebutuhan di lokasi bencana," kata Maruli.
Sampai dengan saat ini, Maruli menyebut pemerintah sudah mengerahkan 22 jembatan bailey di seluruh lokasi bencana,
"Ditambah 14 unit dari Kementerian PU, termasuk juga jembatan jenis Armco, yang sudah kita data ada 39 unit di Aceh. Semua perlengkapannya sudah kita siapkan," kata Kasatgas Perbaikan Jembatan Aceh tersebut.
Setelah menjelaskan alur soal pembelian yang lebih mudah dari Medan ketimbang Jakarta, Maruli kemudian menyampaikan kebingungannya terkait dukungan pendanaan untuk pembangunan jembatan bailey tersebut.
Baca juga: Tanpa Impor, Industri Baja Konstruksi Nasional Sanggup Hasilkan 100 Jembatan Bailey per Bulan
"Sampai dengan saat ini kami belum sepenuhnya memahami sistem keuangannya, Pak, karena semua ini kita lakukan secara swadaya," kata Maruli seraya tertawa dengan tertahan.
Maruli kemudian melanjutkan lagi, bahwa pihaknya masih kuat secara keuangan sampai pertengahan bulan Januari.
Hal tersebut kemudian direspon Menkeu Purbaya yang duduk di samping Maruli. Bukan dengan perkataan, tetapi dengan ekspresi wajah jenaka.
Seraya tersenyum, Purbaya menunjuk ke arah Maruli secara diam-diam, lalu kemudian mengarahkan telunjuk ke dirinya sendiri, seperti isyarat bahwa apa yang dikatakan Maruli barusan menjadi urusannya sebagai bendahara negara.
Baca juga: Pemulihan Pascabencana, Hutama Karya Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara
Para peserta rapat pun ada yang tertawa, Maruli juga ikut tertawa sembari melanjutkan pemaparannya. "Ya mungkin juga karena keterbatasan pengetahuan kami soal prosedur. Dulu tahunya cuma dikasih uang ya kerja."
"Ini juga dengan PU pekerjaannya, kemudian urusan makan, itu saja. Jadi anak-anak diberi makan, dan bagi tentara itu sudah sangat bagus sekali," kata Maruli.
"Jadi kami berproses bagaimana mengumpulkan semuanya, supaya Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan para Bupati juga memahami situasinya bahwa kami bekerja siang dan malam," pungkasnya.
Baca tanpa iklan