Industri Semen dan FMCG Sektor Paling Agresif Adopsi Energi Surya
Adopsi energi terbarukan oleh sektor industri di Indonesia terus berlanjut dan menunjukkan tren pertumbuhan
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Sanusi
Perusahaan akan memperluas kolaborasi bersama dengan kawasan industri. Hingga kini, perusahaan telah memasang PLTS untuk lebih dari 20 tenant di tiga kawasan industri, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), serta Kawasan Industri Jababeka melalui kerja sama dengan Bekasi Power dengan total kapasitas terpasang mencapai 20 MW lebih.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas ekosistem juga akan semakin diperluas. Pihaknya membuka kerja sama yang lebih erat dengan kawasan industri untuk membangun sistem energi terintegrasi, termasuk integrasi dengan elektrifikasi armada kendaraan operasional dan infrastruktur kendaraan listrik.
"Pendekatan ini memungkinkan industri mengelola energi dan emisi secara menyeluruh, dari sumber energi, penyimpanan, hingga mobilitas, sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang," sebutnya.
Di 2026, perusahaan akan melanjutkan penguatan peran di sektor industri sekaligus memperluas keterlibatan di segmen Independent Power Producer (IPP) guna mendukung pengembangan proyek energi surya berskala lebih besar.
"Langkah ini untuk memperkuat kontribusi terhadap bauran energi nasional serta memperluas jangkauan solusi energi surya," kata Emmanuel Jefferson Kuesar.
Sejalan dengan perluasan segmen tersebut, pihaknya juga memperkuat ekosistem bisnis melalui integrasi SUN Mobility sebagai solusi elektrifikasi transportasi dan infrastruktur kendaraan listrik, serta SUN Terra yang berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi sistem energi surya.(tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan