Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Saham FOLK Melonjak Ribuan Persen, Kabar Terbaru Ada Perubahan Pemegang Saham

PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) melaporkan perubahan struktur pemegang saham perseroan kepada Bursa Efek Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga Saham FOLK Melonjak Ribuan Persen, Kabar Terbaru Ada Perubahan Pemegang Saham
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MENGUAT - Karyawan melintas di papan informasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (1/12/2025). Investor nasional asal Jambi bernama Djoni memiliki saham FOLK sebesar 5,09 persen atau setara dengan 201 juta lembar saham. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Investor nasional Djoni resmi menggenggam 5,09 persen saham FOLK atau 201 juta lembar per 9 Januari 2026.
  • Aksi ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang dan memicu ekspektasi masuknya investor besar lain.
  • Perubahan struktur saham dan PMTHMETD turut meningkatkan free float FOLK menjadi sekitar 28,15 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) telah melaporkan perubahan struktur pemegang saham perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (13/1/2026), tercatat ada investor nasional asal Jambi bernama Djoni dengan kepemilikan saham FOLK sebesar 5,09 persen atau setara dengan 201 juta lembar saham.

Adapun perubahan struktur pemegang saham ini efektif per 9 Januari 2026.

Sebelumnya, FOLK kerap dikaitkan dengan kehadiran sosok Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama di sejumlah entitas pada ekosistem yang sama , yaitu TRIN & TRUE.

Selain itu, pasar juga diramaikan oleh ekspektasi potensi masuknya grup konglomerasi besar ke dalam struktur pemegang saham FOLK dalam beberapa waktu ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Djoni dikenal luas di kalangan bisnis sebagai taipan properti yang menapaki jejak usahanya dari Jambi sebelum melakukan ekspansi lintas wilayah.

Portofolio properti yang dikelolanya meliputi pengembangan kawasan residensial hingga proyek komersial dalam skala menengah-besar.

Ia juga aktif sebagai investor di pasar modal dan dikenal mengedepankan pendekatan fundamental serta orientasi jangka panjang.

Baca juga: CSIS: Penguatan IHSG Sekarang Bukan karena Bagusnya Fundamental Emiten

Selain Djoni, pemegang saham FOLK yakni PT Garam Ventura Indonesia sebanyak 42,19 persen atau 1,66 miliar lembar saham dan PT Sumber FGaram Pratama sebanyak 24 ,57 persen atau 970,07 juta saham.

Harga Saham FOLK

Sejalan dengan masuknya investasi strategis tersebut, serta penguatan harga saham FOLK dalam beberapa pekan terakhir. Pada perdagangan hari ini, sekitar pukul 11.10 WIB, saham FOLK menguat 10,29 persen atau 90 poin ke level Rp965 per saham.

Sedangkan jika dilihat dalam 6 bulan terakhir, saham FOLK sudah naik 1.362 persen atau 899 poin, yang mana pada 14 Juli 2025 masih di level Rp66 per saham.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen terkait kebenaran rumor masuknya grup konglomerat maupun potensi aksi korporasi lanjutan.

Beberapa lama lalu perseroan melakukan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara dengan 10 persen. Yang mana diputuskan dalam RUPSLB pada 12 Desember 2025.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas