Menko Airlangga Sebut Prabowo Minta Program B40 Tetap Dijalankan, Kajian B50 Terus Dilakukan
Presiden Prabowo mengarahkan agar kajian B50 tetap dilanjutkan terlebih dahulu pada tahun ini.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo mengarahkan agar kajian B50 tetap dilanjutkan terlebih dahulu pada tahun ini.
- Pemerintah masih harus mengkaji berbagai aspek, termasuk selisih harga antara bahan bakar minyak (BBM) dengan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar program solar dengan campuran biodiesel sawit 40 persen (B40) terus dipertahankan pada tahun ini.
Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Padahal, sebelumnya pemerintah berencana menerapkan mandatori B50 pada 2026, yang telah ditegaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sejak akhir 2025.
Baca juga: Komisi IV DPR Minta Produktivitas Sawit Digenjot untuk Dukung Program Mandatori B40
Menurut Airlangga, Presiden Prabowo mengarahkan agar kajian B50 tetap dilanjutkan terlebih dahulu pada tahun ini.
"Tahun ini arahan Pak Presiden tetap B40. Untuk B50 kajian harus dilakukan terus-menerus," katanya ketika ditemui di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
Airlangga menjelaskan, pemerintah masih harus mengkaji berbagai aspek, termasuk selisih harga antara bahan bakar minyak (BBM) dengan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku.
"Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa," ujar Airlangga.
Ketika dipertegas bahwa apakah B50 tidak jadi diberlakukan sama sekali pada tahun ini, Airlangga tak menjawabnya secara gamblang.
Ia hanya menjawab bahwa kajian masih akan dilakukan. Uji coba pada sektor otomotif juga tetap berjalan. Namun, keputusan akan bergantung pada dinamika harga BBM dan kelapa sawit.
"Kajian diteruskan, otomotif percobaan juga lanjut, jadi kita tergantung dinamika harga," ucap Airlangga.
Terkait rencana penerapan B50 pada semester II tahun ini seperti yang pernah disampaikan Bahlil, Airlangga menegaskan bahwa arahan Presiden tetap B40 pada 2026.
Namun, opsi penerapan B50 pada semester II 2026 tidak tertutup apabila hasil kajian sudah matang.
"Kami siapkan ke semester 2, tetapi kami sekarang dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden [tetapi] B40, tetapi siap B50," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Bahlil pernah menyebut bahwa program mandatori biodiesel B50 akan menjadi kunci sebagai substitusi seluruh kebutuhan solar impor.
Baca tanpa iklan