Mata Uang Iran Jatuh, Bagaimana Dampaknya Terhadap Rupiah?
Total ekspor Indonesia ke Iran pada 2024 mencapai 206,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang seluruhnya terdiri dari ekspor nonmigas.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Rial kini anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah. Saat ini, nilai tukar dolar AS telah mencapai sekitar 1,45 juta rial Iran
- Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada dampaknya kepada rupiah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jatuhnya mata uang Iran, rial, dinilai tidak memiliki dampak terhadap Rupiah karena perdagangan antara Iran dan Indonesia tergolong kecil.
Rial kini anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah. Saat ini, nilai tukar dolar AS telah mencapai sekitar 1,45 juta rial Iran. Setahun sebelumnya, nilainya masih berada di kisaran 820.000 rial.
Kondisi tersebut membuat upah bulanan rata-rata pekerja penuh waktu di Iran kini hanya setara dengan sedikit di atas 100 dolar AS (sekitar Rp 1,7 juta).
Biaya kebutuhan pokok pun dengan mudah menghabiskan seluruh penghasilan bulanan.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada dampaknya kepada rupiah.
"Enggak [ada dampaknya] karena kecil kan neraca perdagangan Indonesia dengan Iran," katanya kepada Tribunnews, Rabu (14/1/2026).
Total ekspor Indonesia ke Iran pada 2024 mencapai 206,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang seluruhnya terdiri dari ekspor nonmigas.
Produk ekspor utama Indonesia ke Iran meliputi kacang-kacangan, sepeda motor (termasuk moped) dan sepeda, produk kimia industri, kopi, dan minyak nabati.
Sementara itu, pada tahun tersebut nilai impor produk Iran yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar 11,06 juta dolar (AS).
Produk Impor utama Iran ke Indonesia meliputi buah seperti kurma, reaktor nuklir, instrumen dan alat ukur termasuk alat diagnostik, serta buah dan buah bertempurung lembut.
Ibrahim sendiri memandang mata uang Iran jatuh karena kombinasi tekanan geopolitik dan kondisi domestik.
Ketegangan meningkat ketika Iran melakukan uji coba rudal jarak jauh, yang membuat Israel khawatir dan mendorong koordinasi dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Rusia Kecam Campur Tangan dan Ancaman AS ke Iran, Ingatkan soal Konsekuensi Buruk
Kekhawatiran Israel sebenarnya bukan soal reaktor nuklir Iran, tetapi kemampuan rudal jarak menengah, yang disebut Ibrahim sulit dicegat seperti yang pernah terlihat dalam konflik Israel–Iran.
Kondisi geopolitik ini ikut menekan ekonomi Iran. Mata uang Iran melemah tajam dan memicu demonstrasi besar.
"Dari situlah mata uang Iran mengalami penurunan, sehingga terjadilah demonstrasi besar," ujar Ibrahim.
Kelompok demonstran menuntut perubahan pemerintahan. Namun berbeda dengan Venezuela, militer Iran mendukung pemerintah, sehingga demonstrasi berujung penindakan keras dengan korban ratusan jiwa.
Situasi tersebut membuat Amerika Serikat mempertimbangkan opsi militer, tetapi Iran juga berusaha menurunkan eskalasi melalui negosiasi.
Secara paralel, Israel via intelijen seperti Mossad juga disebut telah masuk ke Iran untuk operasi tertentu, sehingga situasi politik makin panas.
Baca juga: AS Desak Warganya Tinggalkan Iran via Jalur Darat, Trump Pertimbangkan Opsi Militer?
"Rezim yang dulu berkuasa sebelum ulama berkuasa, mereka sekarang sedang dipersiapkan. Putra Mahkotanya sedang dipersiapkan sebagai presiden di Iranx," ucap Ibrahim.
"Nah ini sebenarnya yang membuat gejolak politik di Iran itu memanas. Di sisi lain Mossad pun juga sudah masuk ke Iran," jelasnya.
Ketidakstabilan ini berdampak ke ekonomi, termasuk sektor minyak.
Ketika pasokan minyak global dinilai berlebih (oversupply), harga minyak turun, dan ini memperburuk posisi ekonomi Iran.
"Ini yang dijadikan acuan mata uang Iran ini mengalami pelemahan yang cukup signifikan," kata Ibrahim.
"Pelemahannya cukup cukup masif karena bank sentral Iran pun juga sampai saat ini terus melakukan intervensi, tetapi karena kekacauan politik itulah yang membuat pelemahan mata uangnya semakin dalam," jelasnya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.