Apa Pentingnya Proof of Reserve dan UU P2SK Bagi Investor Kripto? Ini Kata Pengamat
Di tengah pesatnya adopsi aset digital di tanah air, isu transparansi bursa kripto kembali menjadi sorotan utama.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
3. Mitigasi Risiko Gagal Bayar
Memastikan likuiditas bursa tetap terjaga dalam
kondisi pasar ekstrem.
Di Indonesia, satu-satunya exchange resmi yang menerapkan PoR terverifikasi di sistem blockchain global adalah Indodax.
Hingga pertengahan Januari 2026 total PoR Indodax mencapai Rp13,5 triliun.
Indodax mengumumkan Proof of Reserves (PoR) berdasarkan data yang ditampilkan pada fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap.
Pencapaian ini menandakan Indodax untuk menjaga cadangan aset 1:1 serta mendorong transparansi yang dapat diverifikasi publik melalui data on-chain.
Perlindungan Konsumen adalah Harga Mati
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa fokus utama dari revisi UU P2SK adalah perlindungan konsumen dan pengawasan yang transparan.
Menurutnya, industri aset kripto wajib mengedepankan tata kelola yang prudent (hati-hati).
"Semangat revisi UU P2SK adalah melindungi konsumen dan memastikan pengawasan yang transparan. Setiap penyelenggara wajib menjalankan kegiatan dengan tata kelola yang kuat karena aset kripto kini telah diakui sebagai aset keuangan," ujar Misbakhun.
Ia menambahkan, transparansi transaksi menjadi harga mati.
Dalam revisi aturan mendatang, setiap aktivitas perdagangan harus dapat diidentifikasi secara jelas, mulai dari profil pelaku, sumber pendanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut.
Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan publik.
Bagaimana PoR Bekerja?
Secara teknis, PoR menggunakan metode kriptografis untuk membuktikan cadangan aset tanpa harus mengekspos data sensitif atau saldo individu pengguna.
Baca tanpa iklan