Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sektor Tambang Percepat Efisiensi Operasional Lewat Inovasi Berkelanjutan

Industri tambang kini tidak hanya dinilai dari kapasitas produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan efisiensi operasional

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Sektor Tambang Percepat Efisiensi Operasional Lewat Inovasi Berkelanjutan
Tribunnews.com/HO
INOVASI DAN EFISIENSI - Penyerahan penghargaan Mining Excellence 2025 dalam ajang MineXcellence di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). Ajang ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi dan efisiensi bisnis yang mendorong daya saing serta keberlanjutan industri pertambangan nasional. (HO/IST) 

Ringkasan Berita:
  • MineXcellence 2025 menyoroti inovasi yang meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing industri pertambangan nasional
  • Inisiatif energi terbarukan dan dekarbonisasi dinilai strategis dalam menekan biaya jangka panjang
  • Sinergi pemerintah, industri, dan swasta menjadi faktor kunci dalam mendorong Good Mining Practice

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu keberlanjutan semakin memengaruhi arah bisnis dan investasi di sektor pertambangan nasional.

Industri tambang kini tidak hanya dinilai dari kapasitas produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan efisiensi operasional, menjaga keberlanjutan rantai pasok, serta mendukung agenda transisi energi yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi jangka panjang.

Di tengah tekanan global terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab, inovasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci untuk menjaga daya saing industri pertambangan Indonesia, sekaligus memastikan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Asap Muncul di Tambang PT Antam Bogor, Polisi Telusuri Penambang Liar dan Pastikan Tak ada Korban

Komitmen tersebut tercermin dalam puncak ajang penghargaan nasional MineXcellence 2025 yang ditutup melalui Malam Penganugerahan di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian program sepanjang 2025 yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif bernilai tambah di sektor pertambangan mineral dan batubara.

MineXcellence memberikan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang dinilai berhasil mengintegrasikan inovasi teknologi, efisiensi biaya, serta prinsip keberlanjutan dalam model bisnisnya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko lingkungan dan sosial.

Rekomendasi Untuk Anda

Ajang ini merupakan prakarsa Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia, didukung oleh Shell Indonesia, serta mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Program ini dirancang sebagai platform strategis untuk mendorong transformasi sektor pertambangan agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar energi, regulasi, dan tuntutan investor global.

Rangkaian MineXcellence 2025 diawali dengan Forum Eksklusif MineXcellence pada 9 Juli 2025 di Raffles Hotel Jakarta, yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan akademisi. Forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan praktik pertambangan yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai ekonomi jangka panjang.

Setelah melalui proses seleksi proposal, verifikasi lapangan, hingga presentasi di hadapan dewan juri independen, tujuh perusahaan mempresentasikan delapan inisiatif unggulan dalam empat kategori utama. Inisiatif tersebut mencakup Inovasi dan Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang, Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal, Transformasi Energi Terbarukan dan Dekarbonisasi, serta Efisiensi Operasional dan Manajemen Sumber Daya.

Baca juga: 5 Fakta Tambang Emas Antam di Bogor: Hoaks 700 Orang Tewas hingga Penyebab Kepulan Asap

Dewan juri terdiri dari perwakilan regulator, akademisi, dan asosiasi industri, yakni Rudhy Hendarto (Kementerian ESDM), Dr. Pantjanita Novi Hartami (Universitas Trisakti), Hendra Sinadia (Indonesian Mining Association), Aditya Pratama (APBI–ICMA), serta Andi Erwin Syarif (PERHAPI).

Penilaian juri menitikberatkan pada kemampuan perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan bisnis tambang.

“Yang paling menonjol adalah inovasinya. Hampir semua peserta menampilkan gagasan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan keberlanjutan industri ke depan. Ini penting bagi daya saing sektor tambang,” ujar Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif IMA–API periode 2024–2025.

MineXcellence 2025 memberikan tiga tingkatan penghargaan, yakni Mining Champion, Mining Master, dan Mining Excellence sebagai penghargaan tertinggi.

Penghargaan Mining Excellence 2025 diraih oleh PT Berau Coal melalui program “Floating Solar PV 3MW & BESS 5MW at Void H3 Site BMO1”. Program ini dinilai strategis karena mampu menekan konsumsi energi fosil, meningkatkan efisiensi operasional, serta berpotensi direplikasi sebagai model investasi energi bersih di sektor pertambangan.

“Kami berharap transisi energi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi operasional perusahaan,” ujar Jerrymia Rickyando, perwakilan PT Berau Coal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas