Industri Susu Siap Dukung Program MBG, Ultrajaya Inves Rp1,14 Triliun
Keterlibatan industri susu akan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi sasaran program MBG.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Industri pengolahan susu nasional didorong mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintah.
- Keterlibatan industri susu akan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi sasaran program MBG.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas produksi, peningkatan investasi dan penerapan teknologi industri 4.0 guna menjamin ketersediaan pangan bergizi yang berkelanjutan.
Kesiapan industri pengolahan susu tercermin dari investasi baru PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk senilai Rp 1,14 triliun.
Investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan susu Ultra High Temperature (UHT) yang akan digunakan dalam program MBG.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri pengolahan susu memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi sasaran program MBG.
"Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri," tutur Agus dalam keterangannya dikutip, Senin (26/1/2026).
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas produksi, PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025.
Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter yang dirancang untuk mendukung kebutuhan program MBG. Penambahan lini produksi lanjutan direncanakan mulai Maret 2026.
Baca juga: Bisnis Outsourcing Incar Industri Migas, Targetkan Tumbuh Dua Digit
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan, pabrik baru Ultrajaya telah menerapkan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
"Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk," jelas Pitu.
Teknologi yang diterapkan di antaranya Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES) dan sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
Baca juga: Gandeng 2 Mitra, ASMINDO Genjot Industri Hulu-Hilir Furnitur dan Mebel RI
Pabrik tersebut juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, sehingga sebagian besar limbah cair dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.
Dari sisi hulu, PT Ultrajaya juga memperkuat pasokan bahan baku susu segar melalui pengelolaan dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi.
Perusahaan juga akan menambah investasi pembelian 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat ketersediaan susu segar dalam negeri.
Baca tanpa iklan