Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Investasi CGL 2, Tata Metal Siap Ekspor Baja Rendah Emisi

Tata Metal Lestari mengoperasikan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) dengan kapasitas produksi 250.000 ton per tahun di Bekasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Investasi CGL 2, Tata Metal Siap Ekspor Baja Rendah Emisi
Tribunnews.com/Lita Febriani
EKSPANSI - PT Tata Metal Lestari, salah satu pemain industri baja, mengoperasikan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) dengan kapasitas produksi 250.000 ton per tahun di Bekasi. 

Ringkasan Berita:
  • Tata Metal Lestari mengoperasikan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) dengan kapasitas produksi 250.000 ton per tahun di Bekasi.
  • Produk baja Tata Metal telah diekspor ke berbagai negara, termasuk AS, Australia, Kanada, kawasan Amerika Latin, serta negara-negara Asia Tenggara.

 

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Industri baja nasional terus bergerak memperkuat kapasitas produksi dan daya saing global seiring meningkatnya kebutuhan pasar domestik maupun internasional. 

Di tengah dorongan hilirisasi dan tuntutan penerapan industri hijau, produsen baja dalam negeri mulai mengarahkan strategi pada penguatan kualitas produk dan pemenuhan standar emisi global.

PT Tata Metal Lestari, salah satu pemain industri baja, mengoperasikan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) dengan kapasitas produksi 250.000 ton per tahun di Bekasi.

Dari total produksi tersebut, sekitar 30-40 persen diserap pasar ekspor ke 25 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

Vice President Operations PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan, investasi lanjutan melalui pembangunan CGL 2 atau Kirin Project ditujukan untuk menggandakan kapasitas produksi menjadi 500.000 ton, sekaligus menjadi fondasi ekspansi jangka panjang perusahaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat ini kami sudah menjalankan kapasitas produksi 250.000 metrik ton di Bekasi. CGL 2 ini merupakan investasi lanjutan, sehingga total kapasitas menjadi 500.000 metrik ton."

"Dalam 10 tahun ke depan akan terus kami tingkatkan hingga mencapai 2,5 juta ton," ucap Stephanus dalam acara Ground Breaking Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 PT Tata Metal Lestari di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (26/1/2026).

Continuous Galvanizing Line 2 atau Kirin Project di Purwakarta akan menggunakan teknologi pelapisan Zinc Magnesium dan Zinc Aluminium Magnesium. Kelebihannya adalah meningkatkan penggunaan umur baja itu hingga empat kalinya.

Teknologi yang digunakan di CGL 2 mengadopsi inovasi dari Tenova Italia dan sudah siap menggunakan teknologi hidrogen yang akan mereduksi emisi-emisi yang membuat baja rendah emisi.

Saat ini, produk baja Tata Metal telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, kawasan Amerika Latin, serta negara-negara Asia Tenggara.

Khusus ekspor ke Amerika Serikat, pengapalan terakhir bahkan telah dilepas secara resmi oleh Menteri Perindustrian pada Oktober lalu.

Selain mempertahankan pasar ekspor yang sudah ada, Tata Metal juga mulai membidik peluang baru di kawasan Eropa.

Menurut Stephanus, prospek tersebut terbuka lebar seiring pembahasan kerja sama perdagangan bebas melalui Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa.

"Ini membuka pasar baru untuk baja rendah emisi. Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga pada kualitas dan nilai tambah produk," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas