Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Menguat ke Rp16.782 per Dolar AS pada Senin Sore

Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026). Rupiah ditutup naik 38 poin

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in Rupiah Menguat ke Rp16.782 per Dolar AS pada Senin Sore
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026). Rupiah ditutup naik 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS. 
Ringkasan Berita:
  • Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih kondusif
  • Dari sisi global, Ibrahim menyebut bahwa pelemahan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang mendukung pergerakan rupiah

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026). Rupiah ditutup naik 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih kondusif.

Baca juga: Kolaborasi Strategis Dorong Peran Rupiah di Ekosistem Ekonomi Digital

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 38 point sebelumnya sempat menguat 50 point dilevel Rp.16.782 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.820," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp. 16.750- Rp.16.900," imbuhnya.

Dari sisi global, Ibrahim menyebut bahwa pelemahan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang mendukung pergerakan rupiah. Dolar AS tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan yang melibatkan Amerika Serikat, mulai dari isu hubungan AS dengan sekutu NATO hingga ancaman tarif tinggi terhadap Kanada. 

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar cenderung menahan eksposur terhadap dolar AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, pasar juga menanti hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed). Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. 

Baca juga: Rupiah Mulai Menjauhi Level Rp17.000 Usai BI Intervensi, Bagaimana Pergerakan Pekan Depan?

Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter ke depan, terutama terkait peluang penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini, yang berpotensi menekan dolar AS lebih lanjut.

"Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar, menyusul kritiknya yang berulang kali terhadap Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, karena tidak memangkas suku bunga secara lebih agresif," ujar dia.

Sedangkan dari sisi domestik, menurut Ibrahim sentimen positif datang dari langkah Bank Indonesia (BI) yang konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

BI melakukan intervensi secara aktif melalui pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic NDF (DNDF), serta pasar spot, sehingga mampu meredam volatilitas di pasar valuta asing.

"Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar," tutu dia.

Terakhir Ibrahim menilai sentimen domestik lainnya datang dari agenda uji kelayakan dan kepatutan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di DPR RI, yang dinilai pasar dapat memperkuat kepercayaan terhadap kesinambungan kebijakan moneter.

"Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB," tegas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas