Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Purbaya: Penguatan Rupiah Bukan Faktor Terpilihnya Thomas, Tapi Peran BI

Purbaya menegaskan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan Selasa pagi ini lebih karena faktor intervensi BI ke pasar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Purbaya: Penguatan Rupiah Bukan Faktor Terpilihnya Thomas, Tapi Peran BI
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
THOMAS VS RUPIAH - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan Selasa (27/1/2026) pagi bukan semata faktor dari terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia tapi karena intervensi BI ke pasar. 

Ringkasan Berita:
  • Menkeu Purbaya menyatakan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan Selasa pagi ini lebih karena faktor intervensi Bank Indonesia ke pasar.
  • Dolar AS cenderung melemah di pasar global, sementara penguatan yen Jepang biasanya berdampak terhadap nilai tukar mata uang lainnya.
  • Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa hari ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan Selasa (27/1/2026) pagi bukan semata faktor dari terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Bendahara negara itu menegaskan, langkah bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI) dinilai semakin tepat dan berperan besar dalam penguatan tersebut.

"Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah Bank Sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikir. Kan itu kita serahkan semuanya ke Bank Sentral untuk mengandalkan nilai itu, dan kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar saja sudah menguatkan," kata Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Selasa.

Menurut Purbaya, pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan nilai tukar kepada bank sentral dan percaya bahwa kebijakan yang diambil mampu menjaga stabilitas rupiah.

Ia juga menyoroti kondisi global yang turut mendukung pergerakan rupiah. Purbaya menilai dolar Amerika Serikat cenderung melemah di pasar global, sementara penguatan yen Jepang biasanya berdampak terhadap nilai tukar mata uang lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kalau kita pintar-pintar dikit seharusnya rupiah gampang sekali diperkuat lebih jauh lagi dari level yang sekarang," tegas dia.

Purbaya menegaskan fokus utama sebagai Menteri Keuangan adalah memastikan program-program ekonomi berjalan dengan baik agar fondasi ekonomi nasional terus membaik.

Baca juga: Pagi Ini Rupiah Menguat 0,12 Persen ke Rp 16.803 Per Dolar AS

Dia menegaskan, perbaikan ekonomi yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh sektor riil.

"Kalau saya di keuangan ya kewajiban saya hanya memastikan bahwa program-program ekonominya berjalan dengan baik, fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga Rupiah ikut menguat dengan signifikan," ucap Purbaya.

"Saya pikir arahnya ke sana, karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma lihat dengan kertas, kita akan betul-betul perbaiki," imbuhnya menegaskan.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa hari ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS.

Won Korea Selatan terdepresiasi setelah turun 0,57 persen, baht Thailand melemah 0,37 persen, peso Filipina turun 0,18 persen. 

Kemudian, yen Jepang terkoreksi 0,10 persen, yuan China tergelincir 0,06 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,03 persen. Adapun dollar Singapura turun tipis 0,008 persen.

Sementara dollar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah naik 0,04 persen. Penguatan juga terlihat pada dollar Hongkong yang naik 0,004 persen. 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas