Anggota Komisi VI DPR Nilai Kinerja BNI dan BTN Perkuat Stabilitas Perbankan Nasional
Herman Khaeron menilai, kinerja PT Bank Negara Indonesia dan PT Bank Tabungan Negara berkontribusi signifikan memperkuat stabilitas.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai kinerja BNI dan BTN berkontribusi signifikan terhadap stabilitas perbankan nasional.
- Herman menyoroti rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan yang tetap terjaga di bawah 3 persen.
- Untuk BTN, Herman mendukung peningkatan alokasi KUR sektor perumahan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menilai, kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkontribusi signifikan dalam memperkuat stabilitas perbankan nasional, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi kedua bank di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Herman, ketahanan kinerja BNI dan BTN mencerminkan kemampuan manajerial perbankan nasional dalam menghadapi tekanan global, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga kebijakan proteksionisme perdagangan yang semakin meluas.
“Di tengah tantangan global yang semakin berat, kinerja BNI dan BTN menunjukkan ketahanan dan kehandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum indikator kinerja sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan,” kata Herman, dalam keterangannya Selasa (27/1/2026).
Herman juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan yang masih berada dalam batas aman.
Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan nasional tercatat stabil di bawah 3 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas aset perbankan tetap terjaga, sekaligus menandakan aktivitas sektor ekonomi riil yang masih bertumbuh.
Khusus untuk BNI, Herman menilai strategi penyaluran kredit yang merata ke berbagai sektor ekonomi berpotensi memperkuat peran bank tersebut sebagai penggerak pertumbuhan nasional. Kredit yang disalurkan ke sektor perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa dinilai mampu menciptakan basis pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan, pertumbuhan kredit BNI ditopang oleh segmen korporasi, konsumer, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ke depan, Herman mendorong BNI untuk terus memperbesar skala bisnis melalui percepatan transformasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Di saat yang sama, penguatan sistem keamanan siber dinilai menjadi keharusan, seiring meningkatnya volume transaksi digital. OJK sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan sistem teknologi informasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas perbankan di era digital.
Selain penguatan domestik, Herman juga menilai ekspansi global BNI mulai menunjukkan hasil yang positif, khususnya dalam mendukung pembiayaan perdagangan internasional serta layanan bagi diaspora Indonesia.
Dia mendorong penguatan segmen korporasi dan internasional agar BNI mampu bersaing dengan bank-bank global.
Sementara itu, terkait BTN, Herman menyatakan dukungannya terhadap peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama untuk sektor perumahan.
Baca tanpa iklan