Jadi Deputi Gubernur BI Terpilih, Thomas Djiwandono Ingin Temui Presiden Prabowo
Thomas Djiwandono mengaku ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto usai dirinya ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Thomas menegaskan, penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku
- Sebelumnya Thomas Djiwandono telah terpilih sebagai Deputi Gubernur BI yang disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengaku ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto usai dirinya ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih.
Thomas mengatakan, pertemuan terakhirnya dengan Presiden Prabowo terjadi saat mendampingi kunjungan luar negeri ke London dan Davos beberapa waktu lalu. Setelah kembali ke Tanah Air, ia belum sempat kembali bertemu Presiden.
Baca juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Berpotensi Jadi Pintu Masuk Prabowo Reshuffle Kabinet
"Belum, saya belum bertemu sama beliau (Presiden Prabowo Subianto) sejak saya bersama beliau di London dan Davos," ujar Thomas saat Konferensi Pers di Kemenkeu, Rabu (28/1/2026).
"Jadi, tapi saya sudah tentunya saya harus mohon waktu karena saya mau pamit tentu dari kabinet dan sebagainya jadi saya belum bertemu beliau tapi saya sudah minta waktu untuk bertemu," sambungnya.
Thomas menjelaskan, selama sekitar sembilan hingga 10 hari berada di luar negeri, berbagai pemberitaan terkait pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI ramai muncul di Tanah Air. Hal tersebut membuatnya merasa perlu memberikan penjelasan secara langsung kepada publik.
"Jadi wah waktu saya baca pemberitaan pas saya pergi itu, waduh ini lah ya. Cuman waktu saya kembali prosesnya cepat dan saya bisa menjelaskan sebenarnya dari fit and propernya saya bisa menjelaskan substansi nya, tapi saya juga merasa bahwa perlu ada kejelasan lagi dari saya," tutur dia.
Thomas menegaskan, penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. Menurut Thomas, tidak ada tahapan yang dilewati atau dilanggar dalam proses tersebut.
"Saya ditunjuk sebagai Deputy Gubernur. Nah, itu dilakukan juga melalui proses dan mekanisme yang sudah ada. Gak ada satu hal yang di dilewatin, dilanggar, apalagi dibelok-belokin," ujar dia.
Terkait latar belakang dirinya, Thomas juga menyinggung soal rekam jejak dan posisinya di pemerintahan. Ia mengakui pernah berkiprah di dunia politik dan memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo, namun meminta publik menilai berdasarkan pengalaman dan kinerjanya.
"Tapi yang saya ingin tekankan adalah kalau soal bahwa latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga ya itu, itu fakta. Ya, itu saya gak bisa ya itu fakta. Tapi kan, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," tegas Thomas.
Sebelumnya Thomas Djiwandono telah terpilih sebagai Deputi Gubernur BI yang disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun.
Pernyataan tersebut, disampaikan Misbakhun setelah melakukan fit and proper test atau Uji Kepatutan dan Kelayakan terhadap tiga calon Deputi Gubernur BI.
Pada Senin (26/1/2026), dilakukan dua terakhir fit and proper test calon Deputi Gubernur BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono.
Baca tanpa iklan