Daftar 10 Saham dengan Net Sell Tertinggi Pasca Pengumuman MSCI
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah saham sektor keuangan dan saham industri tambang.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Investor asing ramai-ramai melepas saham di Bursa Efek Indonesia pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia.
- IHSG ditutup anjlok 7,34 persen ke level 8.320,55 pada penutupan perdagangan, Rabu (28/1/2026).
- Saham-saham yang paling banyak dilepas adalah saham sektor keuangan dan saham industri tambang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Investor asing banyak melepas saham di Bursa Efek Indonesia pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia dan memicu sentimen negatif dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu, 28 Januari 2026.
Asing mencatatkan net sell hingga Rp6,17 triliun. Saham-saham yang paling banyak dilepas adalah saham sektor keuangan dan saham industri tambang.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ditutup anjlok 7,34 persen ke level 8.320,55 pada penutupan perdagangan, Rabu (28/1/2026).
Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 8.187 dan tertinggi 8.596.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 60,85 miliar dengan nilai transaksi Rp 45,50 triliun. IHSG tertekan penurunan 753 saham, dan hanya 37 saham yang menguat serta 16 saham yang stagnan.
Kapitalisasi pasar BEI pun turun menjadi Rp 15.121 triliun Rp 16.380 triliun pada saat penutupan bursa Selasa (27/1/2026).
Investor asing keluar dari bursa saham dengan net sell jumbo yakni Rp 6,17 triliun di seluruh pasar. Asing tercatat melepas saham-saham big caps perbankan.
Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada perdagangan Rabu:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 4,15 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,28 triliun
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,14 triliun
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 564,51 miliar
5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 314,32 miliar
6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 108,5 miliar
7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 94,44 miliar
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 93,63 miliar
9. PT Timah Tbk (TINS) Rp 69,28 miliar
10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 42,21 miliar
Airlangga Minta Jangan Panik
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta investor tidak panik menghadapi kemerosotan IHSG di perdagangan Rabu kemarin.
Menurutnya, risiko ini merupakan konsekuensi investasi saham yang sudah lumrah. "Ya enggak perlu panik. Kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik ada yang turun," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Airlangga bilang, pelemahan IHSG tidak ada kaitannya dengan penetapan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pelemahan secara teknikal terjadi karena pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan sementara seluruh peningkatan Faktor Inklusi Asing atau Foreign Inclusion Factor (FIF) serta Jumlah Saham atau Number of Shares (NOS) untuk sekuritas Indonesia.
"Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi," ucap dia.
Baca tanpa iklan