Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Hari Ini IHSG Merosot Minus 8 Persen, Purbaya: Ini Hanya Shock Sementara 

Saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih memiliki fundamental kuat dan belum mengalami kenaikan berlebihan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin

Ringkasan Berita:
  • Penurunan tajam IHSG yang mencapai 8 persen pagi ini merupakan shock sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
  • Saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih memiliki fundamental kuat dan belum mengalami kenaikan berlebihan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen di Kamis (29/1/2026) pagi, merupakan shock sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut Purbaya, fondasi ekonomi nasional saat ini dalam kondisi baik dan tidak bermasalah, sehingga gejolak di pasar saham diyakini hanya bersifat sementara.

"Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita gak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level," kata Purbaya usai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Bendahara negara itu menilai, penurunan IHSG dipicu kekhawatiran pasar terkait penilaian Indonesia yang berpotensi dianggap sebagai pasar frontier, menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks.

Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan bereaksi berlebihan karena dasar ekonomi nasional tetap solid. Ia juga menyebut berbagai catatan dari MSCI akan segera diperbaiki oleh otoritas terkait.

"Nanti kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra. Nanti Pak Mahendra akan bicara di bursa mungkin siang hari ini," tutur Purbaya.

Baca juga: Jelang Siang, IHSG Jatuh Makin Dalam Minus 8 Persen, BEI Trading Halt

Rekomendasi Untuk Anda

Menkeu Purbaya juga mengimbau investor agar tidak panik menghadapi koreksi pasar saham. Ia menekankan, pelemahan tajam lebih banyak terjadi pada saham-saham spekulatif.

Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih memiliki fundamental kuat dan belum mengalami kenaikan berlebihan.

"Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan," ungkap Purbaya.

"Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," sambungnya.

Terakhir Purbaya memperkirakan gejolak pasar ini tidak akan berlangsung lama. "Biasanya 2 hari, 2 setengah hari, 2 hari 3 hari habis sudah. Cuma yang penting adalah orang kan gak tahu itu apa? Betul-betul hancur kita gara-gara itu," tegas Purbaya.

"Ini kan MCSI masuk ke satu indeks yang disebut MCSI indeks. Saham itu bisa masuk apa enggak? Kalau bagus, bisa masuk. Tapi yang gorengannya terpaksa dimasukkan tapi MCI curiga itu saham gorengan. mereka minta lebih transparan aja penghitungannya," imbuhnya menegaskan.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh pagi ini. Memasuki pukul 09.38 WIB, IHSG melemah hingga 8 persen ke posisi 7654,67 di Kamis, 29 Januari 2026.

Ini adalah pelemahan di hari kedua pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026.

Pengumuman tersebut langsung direspon pasar dengan aksi jual sejumlah besar saham-saham yang diperdagangkan di BEI. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas