Thomas Djiwandono Dikritik soal Independensi BI, Ekonom: Harus Bisa Pastikan Kebijakannya Kredibel
Kritikan terhadap Thomas itu muncul seiring latar belakang politik serta hubungan keluarganya sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Suci BangunDS
Thomas pun menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Dia menyebut, hal tersebut juga telah ia sampaikan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.
"Saya tekankan agi-lagi hari ini ya, saya harus membuktikan dari saat saya bekerja, apakah akan ada saya mencoba merubah atau saya ditugaskan atau saya apalah," ucap Thomas.
Di sisi lain, Thomas tidak menampik bahwa dirinya memiliki latar belakang politik dan hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo.
Namun, Thomas meminta publik juga melihat rekam jejak profesionalnya sebelum terjun ke dunia politik.
"Yang saya tekankan adalah secara regulasi independensi itu ada, bahwa saya mempunyai latar belakang politik dan mengenai kedekatan keluarga itu fakta. Tapi saya juga ada rekam jejak profesionalisme dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya ada di sana," ungkap dia.
Thomas juga membantah ada campur tangan atau “cawe-cawe” Presiden Prabowo dalam proses pencalonan dirinya di BI itu.
"Saya jelaskan tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini (pencalonan Deputi Gubernur BI) tidak ada," kata Thomas.
Baca juga: Jadi Deputi Gubernur BI Terpilih, Thomas Djiwandono Klaim Tidak Ada cawe-cawe Presiden Prabowo
Thomas Djiwandono mengaku, mengundurkan diri dari Partai Gerindra pada akhir tahun 2025. Kemudian pada awal Januari nama Thomas dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI.
Jangka waktu yang amat singkat ini membawa anggapan bahwa ada pembahasan sebelumnya dengan Presiden Prabowo.
Namun, dia menegaskan, anggapan bahwa pengunduran diri dari Partai Gerindra berkaitan langsung dengan pencalonan Deputi Gubernur BI terlalu dipaksakan jika hanya dilihat dari sisi waktu.
"Kalau mau dilihat itu pas-pasan saya bisa logikanya sama aja dong, kenapa gak dilihat dari pas saya mundur dari bendahara umum logikanya kalau gitu udah lama dong kan kira-kira kan seperti itu," ucap Thomas.
"Saya mengundurkan diri tanggal 31 karena ya terus terang saya gak kepikiran saya cuma saat itu ya udahlah tahun ada tahun baru ya, apa ini udahlah saya mau mundur," imbuhnya.
Thomas pun meminta publik tidak terus-menerus mengaitkan setiap langkahnya dengan isu politik atau dugaan intervensi kekuasaan.
"Nah silahkan anda terima itu tidak gitu loh interpretasinya seperti apa, tapi saya minta jangan semua terlalu di konek-konek terus gitu apa seakan-akan ada sesuatu yang gimana-gimana," ujar Thomas.
"Saya tahu banyak sources-sources yang bilangnya ini ini itu dan itu yaudah itu saya gak bisa apa istilahnya gak bisa lawan," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Rifqah/Nitis)
Baca tanpa iklan