Minat Investasi Kripto Tumbuh, Volume Transaksi di Platform Ini Naik 12 Persen
Minat masyarakat Indonesia terutama kalangan anak muda berinvestasi di aset kripto terus tumbuh seiring meluasnya edukasi dan literasi finansial
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Minat masyarakat Indonesia terutama kalangan anak muda berinvestasi di aset kripto terus tumbuh seiring dengan meluasnya edukasi dan literasi finansial.
- Pintu mencatat pertumbuhan pengguna aktif yang naik 38 persen, kenaikan total trading volume 12 persen dan lonjakan transaksi bulanan oleh pengguna aktif 26 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Minat masyarakat Indonesia terutama kalangan anak muda berinvestasi di aset kripto terus tumbuh seiring dengan meluasnya edukasi dan literasi finansial yang dijalankan oleh regulator dan pelaku industri.
Data pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp482,23 triliun di 2025.
Jumlah investor kripto terus tumbuh. Data per November 2025, jumlah pemilik aset kripto mencapai 19,56 juta orang, naik dari 19,08 juta di Oktober 2025. Di sisi lain, total volume perdagangan aset kripto sepanjang 2025 di Indonesia menyentuh Rp482,23 triliun.
Baca juga: OJK Ungkap 72 Persen Platform Perdagangan Kripto di Indonesia Masih Rugi, Ini Penyebabnya
“Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi kripto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar,” kata Head of Product Marketing Pintu, platform investasi kripto, Iskandar Mohammad dikutip Jumat, 30 Januari 2026.
Berdasarkan data internal year-on-year (YoY) 2025 dibandingkan 2024, Pintu juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna aktif naik 38 persen, app traffic naik 24 persen, total trading volume tumbuh 12 persen dan transaksi bulanan oleh pengguna aktif meroket 26 persen.
Menurut Iskandar, capaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan serta adopsi masyarakat Indonesia terhadap investasi aset crypto melalui platform yang berlisensi resmi.
"Kinerja positif di tahun 2025 ini tidak lepas dari aplikasi PINTU yang memiliki fitur lengkap untuk investor pemula hingga pro serta dilengkapi dengan fitur inovatif seperti Auto DCA, Pintu Earn, PTU Staking, stop order, limit order, serta terdapat pilihan lebih dari 330 aset crypto," kata Iskandar.
Baca juga: Rugi Rp1,8 Miliar, Korban Dugaan Penipuan Trading Kripto Timothy Ronald Harap Kebenaran Terungkap
Dia menambahkan, sepanjang tahun 2025 kemarin, lima aset crypto yang paling sering diperdagangkan oleh pengguna PINTU di antaranya, Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP).
"Secara risk appetite, pilihan lima aset crypto ini mencerminkan investor crypto Indonesia cenderung konservatif yakni memilih aset crypto dengan kapitalisasi pasar yang besar," kata dia.
Berdasarkan laporan dari Coingecko 2025 Annual Crypto Industry, total kapitalisasi pasar crypto global mencapai US$3 triliun dengan volume perdagangan harian rata-rata meningkat pada kuartal keempat, mencapai rekor tertinggi tahunan sebesar $161,8 miliar (+4,4 persen).
Sementara itu, dari sisi total volume perdagangan aset crypto sepanjang tahun 2025 di Indonesia berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat menyentuh Rp482,23 triliun dengan adopsi aset crypto atau jumlah investor crypto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang.
Meski jumlah investor besar, mengutip data dari Henley Crypto Adoption Index 2025, adopsi aset crypto Indonesia di Asia Tenggara ternyata masih di bawah Singapura yang berada di peringkat pertama, disusul oleh Thailand, dan Malaysia.
“Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi crypto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar.
Untuk terus mendorong hal tersebut, pihaknya menggulirkan bonus hingga Rp2.000.000 ke pengguna baru yang melakukan pembelian aset crypto pertama di platformnya.
Baca tanpa iklan