Pemerintah Yakin Pergerakan IHSG akan Rebound, Mensesneg: Kita Harus Optimis
Pemerintah yakin pergerakan IHSG akan rebound dan kepercayaan pasar akan pulih.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Pemerintah optimis terhadap laju IHSG yang sempat ambruk signifikan dalam beberapa hari terakhir.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah yakin pergerakan IHSG akan rebound dan kepercayaan pasar akan pulih.
- Pemerintah terus berupaya untuk melakukan pembenahan di sektor pasar modal sehingga kepercayaan pasar semakin kuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah optimis terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat ambruk signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah yakin pergerakan IHSG akan rebound dan kepercayaan pasar akan pulih.
Baca juga: Kejaksaan Agung Ikut Selisik Penyebab di Balik Anjloknya IHSG Secara Mendadak
HSG rebound artinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan atau pemulihan harga kembali setelah sempat mengalami penurunan signifikan atau tren melemah (bearish).
Ini adalah pantulan harga naik (rebound) yang sering kali terjadi karena kondisi jenuh jual (oversold).
Hal itu disampaikan Prasetyo di arena Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
"Bismillah hari ini bisa naik. Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua," kata Prasetyo.
Pemerintah kata Prasetyo terus berupaya untuk melakukan pembenahan di sektor pasar modal sehingga kepercayaan pasar semakin kuat.
Langkah-langkah strategis kata dia telah disusun untuk memperkuat fundamental pasar saham sehingga stabilitas terwujud.
"Kemarin kan sudah ya di dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Menko Ekonomi, Pak Airlangga, beserta dengan seluruh jajaran pemerintah. Kemudian juga dihadiri oleh pejabat sementara OJK dan pejabat sementara Bursa Efek Indonesia," katanya.
Terkait dengan mundurnya sejumlah pejabat OJK dan BEI akibat dari anjloknya IHSG, Prasetyo mengatakan bahwa penunjukan pejabat sementara telah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Prasetyo berharap ambruknya IHSG menjadi momentum untuk melakukan perbaikan secara komprehensif.
Salah satunya memperkuat regulasi yang ada sekarang.
"Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita, regulasi-regulasi kita perbaiki," katanya.
Selain itu Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar adanya reformasi internal untuk membuat pasar saham menjadi lebih terbuka dan transparan.
"Supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel, dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia," pungkas Prasetyo.
Senin Pagi IHSG Masih Turun
Pagi ini, Senin (2/2/2026) pukul 09.15 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,49 persen atau 374,17 poin ke level 7.955,44.
Berdasarkan pantauan dari papan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat mencapai 10,582 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,18 triliun.
Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 669.713 kali.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers.
Saham EDGE memimpin penguatan setelah melonjak 25 persen ke harga 5.775.
Di posisi kedua, saham TIFA menguat 24,49 persen ke harga 488.
Selanjutnya, saham INTD naik 22,4 persen dan berada di harga 306.
Penguatan juga terjadi pada saham ESTI yang naik 14,85 persen ke harga 232, disusul ASPI yang menguat 14,13 persen ke harga 525.
Sementara itu, dari sisi frekuensi transaksi, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 62.532 kali pada harga 222.
Posisi kedua ditempati saham ZATA dengan frekuensi 32.188 kali di harga 116.
Berikutnya, saham ANTM mencatatkan frekuensi transaksi 25.899 kali dengan harga 3.690.
Adapun saham BBRI diperdagangkan sebanyak 17.968 kali di harga 3.760, sedangkan BBCA mencatatkan frekuensi 15.981 kali pada harga 7.425.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.