Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kinerja Ekspor RI Naik 6,15 Persen di 2026, Nilainya 282,91 Miliar Dolar AS

Industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang tahun 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kinerja Ekspor RI Naik 6,15 Persen di 2026, Nilainya 282,91 Miliar Dolar AS
TRIBUN JATENG/HERMAWANHANDAKA
KINERJA EKSPOR - Kapal pengangkut peti kemas MSC melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kinerja ekspor Indonesia membaik di 2025 dengan nilai total mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 266,53 miliar dolar AS. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 
Ringkasan Berita:
  • Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 membaik dengan nilai total mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik 6,15 persen dari kinerja ekspor di 2024.
  • Nilai ekspor nonmigas naik, namun nilai ekspor migas turun 17.69 persen di 2025.
  • Industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang tahun 2025.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 membaik dengan nilai total mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 266,53 miliar dolar AS.

"Sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025, total nilai ekspor mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik 6,15 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).

BPS mencatat, nilai ekspor nonmigas 7,66 persen mencapai 269,84 miliar dolar AS terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.

Sementara, ekspor migas sepanjang 2025 turun 17,69 persen secara tahunan, mencapai 13,07 miliar dolar AS. "Peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif itu terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan juga pertanian," ucap Ateng.

"Kemudian, industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang tahun 2025 dengan andil terhadap peningkatan industri pengolahan tersebut yaitu 10,77 persen," imbuhnya.

Ateng menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025 dengan andil sebesar 10,77 persen. Sejumlah komoditas industri pengolahan yang mencatat kenaikan signifikan antara lain Minyak kelapa sawit (CPO).

Rekomendasi Untuk Anda

Barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, logam dasar bukan besi serta semikonduktor dan komponen elektronik.

Baca juga: Nilai Ekspor Industri Kayu Olahan 3,73 Miliar Dolar AS di 2024

Sementara pada Desember 2025, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 26,35 miliar dolar AS, naik 11,64 persen dibandingkan Desember 2024.

Ekspor migas pada Desember 2025 tercatat 1,26 miliar dolar AS, turun 18,14 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas meningkat 13,72 persen menjadi 25,09 miliar dolar AS.

"Peningkatan nilai ekspor Desember 2025 secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan nilai ekspor non-migas, yaitu pada beberapa komoditas non-migas. Yang pertama, peningkatan komoditas non-migas yang cukup besar sekali pada lemak dan minyak hewan nabati atau HS15 naik 43,53 persen.

Baca juga: Ikan Tuna-Cikalang Asal Indonesia Bakal Kuasai Pasar Jepang Usai Tarif Ekspor Jadi 0 Persen

Peningkatan ekspor nonmigas Desember 2025 terutama didorong oleh beberapa komoditas utama, yakni lemak dan minyak hewan nabati (HS15) naik 43,53 persen, dengan andil 4,87 persen. Nikel dan barang dari nikel (HS75) naik 59,92 persen, dengan andil 2,03 persen, mesin dan perlengkapan elektronik (HS85) naik 22,08 persen, dengan andil 1,26 persen.

Pada Desember 2025, total ekspor nonmigas sebesar 25,09 miliar dolar AS, dengan rincian pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,52 miliar dolar AS. Pertambangan dan lainnya 3,40 miliar dolar AS, Industri pengolahan 21,17 miliar dolar AS.

Secara tahunan, hanya sektor industri pengolahan yang mencatat peningkatan, yakni naik 19,25 persen dengan andil sebesar 14,48 persen. Sementara sektor pertanian serta pertambangan dan lainnya mengalami penurunan.

"Peningkatan setahunan ini utamanya disebabkan oleh beberapa nilai ekspor industri. Yang pertama, nilai ekspor minyak kelapa sawit atau CPO. Kemudian, nikel, semikonduktor dan komponen elektronik lainnya. Kemudian juga, dari barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian serta juga dari barang perhiasan dan barang berharga," jelas Ateng.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas