Tips Jual Perhiasan Emas agar Tidak Rugi, Perhatikan Kadar serta Harga Pasar
Agar memperoleh harga terbaik, perlu strategi yang tepat saat menjual perhiasan emas, berikut beberapa cara menjual perhiasan emas agar tidak rugi.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Nuryanti
Setiap toko emas memiliki standar buyback yang berbeda.
Jika tidak cermat memilih toko, potongan harga bisa cukup besar dan berpotensi menyebabkan kerugian.
Oleh karena itu, lakukan riset terlebih dahulu mengenai kebijakan potongan dan harga buyback di toko emas yang akan dituju.
2. Kenali Kadar Emas dan Harga Jualnya
Setiap perhiasan emas memiliki kadar yang berbeda, misalnya 18 karat atau 22 karat.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan kadar emas pada perhiasan tergolong rendah.
Kadar emas sangat memengaruhi harga jual.
Karena itu, penting untuk mengetahui kadar emas perhiasan yang dimiliki serta memantau harga buyback harian sebelum menjualnya.
3. Perhatikan Jarak Waktu Pembelian dan Penjualan Perhiasan Emas
Emas, baik batangan maupun perhiasan, umumnya dijadikan sebagai investasi jangka panjang.
Oleh sebab itu, perhiasan emas sebaiknya tidak langsung dijual setelah dibeli.
Pada periode awal pembelian, potongan ongkos pembuatan biasanya masih cukup besar.
Sebaiknya jual perhiasan emas setelah beberapa tahun, misalnya dua tahun atau lebih, atau saat harga pasar sedang berada di level yang menguntungkan.
Baca juga: Harga Emas 1 Gram di Pegadaian 5 Februari Naik, UBS Rp 2.999.000, Galeri24 Rp 2.984.000
4. Menjaga Kondisi Perhiasan
Kondisi fisik perhiasan juga menjadi faktor penting dalam menentukan harga jual.