Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menkeu Dorong UMKM Sawit Jadi Penggerak Hilirisasi Nasional

Pengembangan produk turunan kelapa sawit oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi memperkuat agenda hilirisasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
zoom-in Menkeu Dorong UMKM Sawit Jadi Penggerak Hilirisasi Nasional
Tribunnews.com/HO
PENGEMBANGAN UMKM - Pengembangan produk turunan kelapa sawit oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi memperkuat agenda hilirisasi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, selama ini industri sawit Indonesia masih didominasi ekspor bahan mentah dan produk setengah jadi 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inovasi UMKM berbasis kelapa sawit berpotensi memperkuat hilirisasi dan menciptakan nilai tambah ekonomi daerah
  • Produk turunan sawit dari UMKM binaan BPDP, mulai batik sawit hingga media tanam ramah lingkungan, dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan memanfaatkan limbah
  • Pemerintah menyiapkan dukungan fiskal agar UMKM sawit naik kelas dan lebih berdaya saing

 

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG — Pengembangan produk turunan kelapa sawit oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi memperkuat agenda hilirisasi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, selama ini industri sawit Indonesia masih didominasi ekspor bahan mentah dan produk setengah jadi.

Baca juga: Kini Dampingi Menkeu Purbaya, Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arahan dari Presiden, Singgung Stabilitas

Padahal, pengembangan produk turunan berbasis UMKM dapat memperluas rantai nilai, menyerap tenaga kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi.

“UMKM sawit ini punya potensi besar. Hilirisasi tidak harus selalu berskala industri besar, UMKM juga bisa jadi penggerak,” ujarnya saat meninjau pameran UMKM binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang, Jawa Tengah belum lama ini.

Ia menyatakan Kementerian Keuangan siap mendorong kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada UMKM sawit, terutama untuk mempercepat pertumbuhan usaha di tahap awal pengembangan produk.

Dalam pameran tersebut, sejumlah UMKM binaan BPDP memamerkan produk berbasis limbah dan turunan kelapa sawit. Salah satunya CV Smart Batik Indonesia yang mengembangkan batik sawit dengan memanfaatkan malam berbahan dasar sawit.

Rekomendasi Untuk Anda

Usaha ini telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Baca juga: Prabowo Resmi Lantik Adies Kadir Jadi Hakim MK dan Juda Agung sebagai Wamenkeu

Purbaya menilai kualitas produk UMKM sawit tidak kalah dengan produk konvensional.

“Produk batik sawit ini desainnya bagus dan nyaman digunakan. Ini menunjukkan produk hilirisasi sawit bisa bersaing,” katanya.

UMKM lain, Karplanter, mengolah cangkang dan tandan kosong kelapa sawit menjadi pot terrazzo serta media tanam ramah lingkungan.

Inovasi ini dinilai sejalan dengan kebutuhan pasar akan produk berkelanjutan sekaligus solusi pemanfaatan limbah sawit.

Sementara itu, UMKM Berkah Kita memproduksi lilin aromatik dan sabun cuci berbahan minyak jelantah melalui merek LUNAR, yang mengusung konsep ekonomi sirkular.

Baca juga: Sosok Juda Agung, Wamenkeu Baru Gantikan Thomas Djiwandono, Sebelumnya Jadi Deputi Gubernur BI

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari strategi memperluas hilirisasi sawit di luar sektor energi dan pangan.

“Melalui promosi dan pendampingan, kami ingin UMKM sawit naik kelas dan memiliki daya saing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga nasional,” ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas