IBC Sebut Mobil Nasional Bakal Jadi Hilirisasi EV End to End
Industri baterai akan menjadi pondasi utama pengembangan proyek mobil nasional berbasis baterai listrik di Indonesia.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Industri baterai akan menjadi pondasi utama pengembangan proyek mobil nasional berbasis baterai listrik.
- Indonesia Battery Corporation (IBC) mendorong realisasi program ini melalui pengembangan ekosistem baterai EV.
- Tantangan utama program mobil nasional adalah menjaga keseimbangan antara penggunaan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) dengan daya beli masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pengembangan mobil nasional (mobnas) listrik kembali menguat seiring dorongan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam skema tersebut, industri baterai disebut menjadi salah satu fondasi utama, termasuk ekosistem yang tengah dikembangkan Indonesia Battery Corporation (IBC).
Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan, program mobil nasional berpotensi menjadi penggerak hilirisasi industri baterai secara menyeluruh di Indonesia.
"Ini akan complementing. Jadi makanya kita juga sangat berharap program mobnas ini benar-benar bisa landed karena ini betul-betul nanti jadi hilirisasinya end to end banget," tutur Aditya dalam acara Bincang-bincang Baterai di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
IBC saat ini turut dilibatkan dalam proses perencanaan program mobil nasional bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
"Kita berkoordinasi dengan PT Pindad dan juga beberapa stakeholders lain dikoordinasikan dengan CTO office-nya Danantara. Jadi kita dilibatkan dalam perencanaannya," ucap Aditya.
Ia menjelaskan, kajian terkait pengembangan mobnas masih terus berjalan dan diperbarui mengikuti dinamika pasar kendaraan listrik yang berubah cepat dalam beberapa bulan terakhir.
"Kita juga ada kajian yang ongoing, jadi kita perbarui terus usulannya sesuai dengan dinamika pasar. Karena kalau kita lihat pasar dari Januari sampai sekarang saja perubahannya sudah cukup banyak," ujarnya.
Baca juga: IBC Mulai Produksi BESS Juli 2026, Dukung Program Listrik Hijau 100 GW
Aditya menyatakan, IBC saat ini fokus mendukung pemerintah dan Danantara agar proyek mobil nasional benar-benar bisa terealisasi.
Dia mengakui tantangan utama program mobil nasional adalah menjaga keseimbangan antara penggunaan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) dengan daya beli masyarakat.
Menurut Aditya, mobil nasional kemungkinan besar akan diarahkan menggunakan baterai NMC karena dianggap lebih mendukung agenda hilirisasi nikel nasional. Namun, harga kendaraan tetap harus kompetitif agar dapat diterima pasar.
"Tantangannya pasti pengen pro NMC, pasti. Tapi supaya mobnas ini betul-betul bisa jalan, pasti nanti kita juga melihat kemampuan penetrasi pasarnya," terang Dirut IBC.
Baca juga: Toyota Lagi Nimbang-nimbang Jualan Mobil PHEV Versi Murah
Ia menilai tantangan terbesar adalah bagaimana membuat idealisme penggunaan baterai NMC tetap sejalan dengan kemampuan beli konsumen Indonesia.
"Bagaimana membuat idealisme menggunakan NMC itu bisa betul-betul cocok dengan kemampuan beli masyarakat kita," imbuhnya.