Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Melemah ke Rp 16.876 Per Dolar AS Pada Jumat 6 Februari 

Pada perdagangan Jumat (6/2/2026) sore, rupiah ditutup melemah dari Rp 16.842 per dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 16.876.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rupiah Melemah ke Rp 16.876 Per Dolar AS Pada Jumat 6 Februari 
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Pada perdagangan Jumat (6/2/2026) sore, rupiah ditutup melemah dari Rp 16.842 per dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 16.876. 

Ringkasan Berita:
  • Pekan depan rupiah akan fluktuatif, tetapi ditutup melemah direntang Rp 16.870-16.920 per dolar AS
  • Moody’s Ratings, menurunkan rating outlook atau prediksi utang Indonesia dari stabil menjadi negatif

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada perdagangan Jumat (6/2/2026) sore, rupiah ditutup melemah dari Rp 16.842 per dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 16.876.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkap pelemahan ini seiring dengan penguatan indeks dolar AS.

Untuk perdagangan pekan depan, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu memprediksi rupiah akan fluktuatif, tetapi ditutup melemah direntang Rp 16.870-16.920 per dolar AS.

"Range untuk minggu depan Rp 16.750-17.200," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Jumat ini.

Ada sejumlah faktor dari dalam dan luar negeri yang mengakibatkan rupiah melemah pada hari ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Faktor pertama adalah hubungan antara AS dan Iran.

Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Oman pada Jumat sore di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.

Washington mengerahkan setidaknya dua armada angkatan laut di wilayah tersebut.

"Pasar berharap bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington akan membantu meredakan beberapa ketegangan dan mencegah perang yang lebih luas," kata Ibrahim.

Namun, ia menyebut AS dan Iran terlihat berbeda pendapat mengenai subjek pembicaraan Jumat.

Iran menolak seruan AS untuk membahas persenjataan rudalnya dan menyatakan bahwa diskusi hanya akan terbatas pada pembahasan ambisi nuklir Teheran.

Iran adalah produsen minyak utama, dan terletak di sebelah Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk minyak mentah.

Faktor kedua adalah data pemutusan hubungan kerja Challenger menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah karyawan pada bulan Januari dengan laju tercepat sejak resesi besar tahun 2009.

Data lain menunjukkan peningkatan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan, sementara data lowongan kerja untuk bulan Desember juga di bawah ekspektasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas