Pagi Ini IHSG Dibuka Melemah 0,72 Persen ke 7.878, Senin 9 Februari
IHSG dibuka melemah di level 7.878,364 atau turun 56,896 poin atau 0,72 persen pada awal sesi perdagangan.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- IHSG dibuka melemah dan pada pukul 09.15 WIB berada di level 7.878,364 atau turun 56,896 poin atau 0,72 persen pada awal sesi perdagangan.
- Volume transaksi perdagangan mencapai 5,222 miliar saham dengan nilai sebesar Rp 2,426 triliun dengan frekuensi perdagangan pada pagi ini tercatat ada transaksi sebanyak 320.931 kali.
- Sentimen MSCI yang menyoroti aspek free float dan transparansi emiten masih menjadi perhatian pelaku pasar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/2/2026) pagi. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 7.878,364. Indeks turun 56,896 poin atau 0,72 persen pada awal sesi perdagangan.
Pada pembukaan pasar, IHSG berada di level 7.970,022. IHSG kemudian bergerak fluktuatif. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.983,612 sebelum turun ke level terendah di 7.863,006.
Berdasarkan data di aplikasi RTI Business, volume transaksi perdagangan mencapai 5,222 miliar saham dengan nilai sebesar Rp 2,426 triliun.
Sementara itu, frekuensi perdagangan pada pagi ini tercatat ada transaksi sebanyak 320.931 kali.
Pergerakan saham didominasi pelemahan dengan 396 saham turun, 171 saham naik, dan 146 saham tidak berubah. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.277,806 triliun pada awal perdagangan hari ini.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang mencatatkan penguatan terbatas dengan level support di 7.854 dan resistance di 8.214.
“Untuk Senin, IHSG masih berpeluang menguat terbatas. Namun investor masih akan mencermati perkembangan lanjutan terkait MSCI, downgrade dari sejumlah institusi asing, serta pergerakan harga komoditas dunia,” ujar Herditya dikutip Kontan.
Dia mengatakan, sentimen MSCI yang menyoroti aspek free float dan transparansi emiten masih menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut berimbas pada sikap investor asing yang cenderung berhati-hati dan berpotensi menahan aliran dana masuk ke pasar saham domestik.
Untuk saham yang dapat dicermati pada perdagangan awal pekan, Herditya merekomendasikan AMRT di kisaran Rp1.935–Rp1.995, AUTO di Rp2.700–Rp2.790, serta NCKL di Rp1.385–Rp1.430.
Baca juga: Analis: IHSG Pekan Ini Masih Diwarnai Volatilitas Tinggi
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih bergerak terbatas dengan kecenderungan volatil. Ia memproyeksikan support IHSG berada di area 7.700–7.858 dan resistance di kisaran 8.050–8.200.
“Sentimen dominan masih berasal dari tekanan jual investor asing, seiring berlanjutnya isu MSCI serta penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat dan sejumlah investment bank global. Kondisi ini membuat pasar cenderung berada dalam fase risk-off,” jelas Reza.
Dari sisi domestik, Reza menilai pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi, mulai dari consumer confidence, penjualan ritel, hingga data penjualan kendaraan bermotor. Data-data tersebut akan menjadi indikator awal untuk membaca daya beli dan momentum konsumsi domestik.
Sementara dari global, perhatian investor tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, seperti Non-Farm Payrolls, tingkat pengangguran, serta inflasi. Selain itu, perkembangan geopolitik global, khususnya agenda diskusi antara Amerika Serikat dan Iran, juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, Reza menyarankan investor menerapkan strategi selektif dan defensif. Investor disarankan fokus pada saham dengan valuasi relatif terdiskon, fundamental solid, serta dividend yield yang menarik, sembari tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.