Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Akan Reformasi Pasar Modal, Luhut Nominasikan Anak Muda

Luhut mengusulkan agar penguatan dilakukan di sektor pengawasan pasar modal, termasuk di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pemerintah Akan Reformasi Pasar Modal, Luhut Nominasikan Anak Muda
Tribunnews.com/Lita Febriani
REFORMASI PASAR MODAL - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah akan mereformasi pasar modal Indonesia sebagai respon atas keputusan MSCI yang membekukan sementara penyesuaian bobot saham unggulan Indonesia dalam indeks globalnya.
  • Luhut mengusulkan agar penguatan dilakukan di sektor pengawasan pasar modal, termasuk di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan mereformasi pasar modal Indonesia sebagai respon atas keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara penyesuaian bobot saham unggulan Indonesia dalam indeks globalnya.

Langkah MSCI pada 27 Januari 2026 itu dipicu kekhawatiran investor terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia dan sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan presiden telah berkomitmen melakukan reformasi untuk memperkuat kredibilitas pasar keuangan nasional.

"Saya pikir presiden sudah komit melakukan reformasi. Kami di Dewan Ekonomi Nasional juga sedang menyiapkan usulan kepada presiden terkait aturan-aturan yang perlu diperbaiki," tutur Luhut kepada Wartawan di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) disebut bahkan telah bertemu langsung dengan pemerintah untuk membahas persoalan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah anggota dewan juga tengah membandingkan praktik pasar modal Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya sebagai bahan evaluasi.

Luhut mencontohkan pengalaman India yang berhasil menarik arus dana besar setelah melakukan reformasi dan memperkuat kredibilitas pasar.

Dana masuk ke India bahkan sembilan kali lebih besar dibandingkan dana yang keluar setelah reformasi dilakukan secara konsisten.

Baca juga: FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham di Pasar Modal Indonesia   

Pemerintah berharap hal serupa bisa terjadi di Indonesia. Menurut Luhut, MSCI juga menyampaikan bahwa bila pemerintah serius memperkuat independensi dan transparansi, maka perbaikan persepsi pasar bukan hal yang sulit dicapai.

"Orang ingin berinvestasi di Indonesia. Tinggal bagaimana kita membangun kredibilitas dan transparansi itu," ungkap Ketua DEN Luhut.

Tunjuk Anak Muda 

Sebagai bagian dari reformasi, Luhut mengusulkan agar penguatan dilakukan di sektor pengawasan pasar modal, termasuk di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia bahkan menyarankan agar posisi strategis diisi oleh figur muda yang memiliki pengalaman dan kredibilitas, serta tidak mudah diintervensi.

Baca juga: Hasil-hasil Pertemuan Terbaru Bursa Efek Indonesia dan KSEI dengan MSCI

Menurutnya, figur tersebut tetap harus mendapat dukungan penuh Presiden dan dapat melaporkan perkembangan langsung kepada kepala negara. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan global, termasuk dari MSCI.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas