IKM Bantul Ekspor Enam Kontainer Furnitur Jati ke Eropa
IKM furnitur CV Kayu Manis asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, melepas ekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis dan Reunion.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- IKM furnitur CV Kayu Manis asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, melepas ekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis dan Reunion
- Perusahaan ini memproduksi furnitur kayu dengan spesialisasi bathroom furniture dan indoor furniture dari bahan kayu jati.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri Kecil dan Menengah (IKM) furnitur kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional.
IKM furnitur CV Kayu Manis asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, melepas ekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis dan Reunion (wilayah Prancis di Samudra Hindia) pada 6 Februari 2026.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita menyampaikan apresiasi atas capaian IKM binaannya itu.
"CV Kayu Manis merupakan contoh kisah sukses pelaku IKM yang dapat menjawab tantangan pasar global, dan kami harap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku IKM lainnya yang juga sedang berjuang untuk dapat menembus pasar ekspor," tutur Reni dalam keterangan, Senin (16/2/2026).
CV Kayu Manis telah beroperasi sejak 2001 dengan bahan baku utama kayu jati. Perusahaan ini memproduksi furnitur kayu dengan spesialisasi bathroom furniture dan indoor furniture.
Saat ini, CV Kayu Manis memiliki fasilitas produksi seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas mencapai 120 kontainer per tahun.
Sebagai IKM binaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), CV Kayu Manis telah menerima sejumlah fasilitasi pemerintah.
Diantaranya Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan pada 2018 dan fasilitasi keikutsertaan dalam pameran IFEX Virtual Showroom 2021 pada 2021.
Baca juga: Ekspor Kerajinan Tembus 305,54 Juta Dolar AS, Kemenperin Genjot Promosi IKM Lewat Inacraft 2026
Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Afrizal Haris mengungkapkan, pada 2021 Ditjen IKMA juga memfasilitasi keikutsertaan CV Kayu Manis dalam IFEX Virtual Showroom 2021 yang digelar secara daring sebagai respons terhadap pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19.
"Keberhasilan CV Kayu Manis dalam menembus pasar ekspor tidak terlepas dari inovasi produk yang terus disesuaikan dengan tren pasar global," terang Afrizal.
Industri furnitur memiliki potensi ekspor yang harus terus dimaksimalkan. Berdasarkan data Trademap (HS 94019403), nilai ekspor industri furnitur Indonesia pada 2024 mencapai 1,91 miliar dolar AS.
Sementara pada periode Januari-November 2025, nilainya tercatat sebesar 1,67 miliar dolar AS. Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama dengan pangsa 54,6 persen dari total ekspor furnitur nasional.
Baca juga: Kemenperin Dorong IKM Fesyen-Kriya Berbasis Budaya Lewat Model Bisnis Berkelanjutan
Akan tetapi, dinamika pasar global, khususnya kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat, turut memengaruhi kinerja ekspor furnitur nasional.
Ketidakpastian tersebut dinilai menjadi pendorong pentingnya strategi adaptif dan diversifikasi pasar bagi para pelaku usaha lokal.
"Pemerintah terus mengambil langkah strategis melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Beberapa kawasan yang dinilai potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang," jelas Reni.
Baca tanpa iklan