110 Blok Migas Baru Siap Dilelang, Sumur-sumur Tua Akan Direvitalisasi
Pemerintah akan segera melelang 110 blok minyak dan gas (migas) baru untuk mendorong swasembada energi nasional.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemerintah akan segera melelang 110 blok minyak dan gas (migas) baru untuk mendorong swasembada energi nasional.
- Ketergantungan impor energi mencerminkan belum optimalnya pengelolaan sumber daya dalam negeri.
- Dari sekitar 39.000–40.000 sumur minyak yang ada, baru sekitar 17.000–18.000 sumur yang aktif berproduksi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 110 blok minyak dan gas (migas) baru akan segera dilelang pemerintah dalam waktu dekat untuk mendorong swasembada energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, swasembada energi tidak bisa diperlakukan sebagai target administratif semata, melainkan harus ditempuh melalui terobosan struktural dan percepatan eksekusi di lapangan.
Bahlil bilang, ketergantungan impor energi mencerminkan belum optimalnya pengelolaan sumber daya dalam negeri.
Karena itu, pemerintah mendorong pendekatan baru yang menitikberatkan pada inovasi teknologi, kemitraan investasi, serta percepatan proyek-proyek hulu migas.
Salah satu tantangan utama sektor migas adalah dominasi sumur tua yang menekan tingkat lifting. Dari sekitar 39.000–40.000 sumur minyak yang ada, baru sekitar 17.000–18.000 sumur yang aktif berproduksi.
Sementara sisanya berada dalam kondisi idle. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi teknologi untuk mengoptimalkan kembali sumur-sumur tersebut.
Baca juga: Pemerintah Andalkan Teknologi Lanjutan untuk Tingkatkan Lifting Migas dan Ketahanan Energi
Selain revitalisasi sumur tua, Kementerian ESDM juga menargetkan percepatan realisasi lapangan migas yang telah mengantongi plan of development (POD). Di saat bersamaan, tender 110 blok migas baru akan segera dilepas ke pasar untuk menarik minat investor global dan domestik.
"Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi," kata Bahlil dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (17/2/2026).
Di sisi hilir, penguatan kapasitas pengolahan dalam negeri turut menjadi fokus. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026 menjadi salah satu penopang kebijakan tersebut.
Proyek ini menghasilkan tambahan produksi sekitar 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar per tahun.
Laporan Reporter: Diki Mardiansyah | Sumber: Kontan
Baca tanpa iklan