BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,9-5,7 Persen di 2026
Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Ekonomi Tiongkok tetap dalam tren melambat akibat konsumsi rumah tangga yang belum kuat, sementara ekonomi India juga belum kuat dengan menurunnya permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal.
Sementara dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) tetap terbuka seiring pasar tenaga kerja yang masih lemah. Yield UST terutama tenor panjang tetap tinggi sejalan dengan peningkatan risiko fiskal AS.
"Perkembangan ini mendorong aliran modal ke negara berkembang terjadi secara selektif, terutama ke saham dan obligasi jangka pendek," kata Perry.
Indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) juga melemah di tengah kenaikan permintaan terhadap safe haven assets yang mendorong kenaikan harga emas.
"Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap tinggi sehingga memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi," tegas Perry Warjiyo.