Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

KKP Perketat Pengawasan Distribusi Perikanan Selama Ramadan Hingga Lebaran 2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan Saiful Umam mengatakan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
zoom-in KKP Perketat Pengawasan Distribusi Perikanan Selama Ramadan Hingga Lebaran 2026
Tribunnews.com/Lita Febriani
STOK IKAN RAMADAN - (kiri-kanan) Direktur Pengendalian Operasi Armada (POA), Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saiful Umam, Direktur Kepelabuhan Perikanan Tangkap Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Ady Chandra, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan TB Haeru Rahayu, Kepala Badan pengendalian dan pengawasan mutu hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ishartini dan PLT Direktur Jenderal penguatan daya saing produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud dalam Konferensi Pers KKP Pastikan Stok dan Harga Ikan Aman Selama Ramadan 2026, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani). 

Ringkasan Berita:
  • Untuk memastikan bahwa stok ikan aman selama bulan Ramadan, KKP memastikan kepatuhan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan
  • Terdapat tiga kegiatan utama yang dijalankan KKP untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan stok ikan dari sisi produksi, tetapi juga memperkuat pengawasan distribusi dan aktivitas penangkapan di laut.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin pasokan tetap aman, harga stabil dan mencegah praktik pelanggaran perikanan selama periode meningkatnya konsumsi masyarakat.

Baca juga: Ada Bimbingan Teknis, KKP Pastikan Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Secara Profesional

Direktur Pengendalian Operasi Armada (POA) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saiful Umam mengatakan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

"Untuk memastikan bahwa stok ikan aman selama bulan Ramadan, KKP memastikan kepatuhan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan," tutur Saiful dalam Konferensi Pers KKP Pastikan Stok dan Harga Ikan Aman Selama Ramadan 2026, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

Terdapat tiga kegiatan utama yang dijalankan KKP untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha. Pertama, operasi pengawasan distribusi dan pemasaran komoditas perikanan.

Baca juga: RDP dengan Kementan Hingga KKP, Legislator PDIP Soroti Defisit Lahan Pertanian & Degradasi Mangrove

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, operasi pengawasan penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya pada produk perikanan. Ketiga, operasi pengawasan illegal fishing di laut melalui Operasi Ketupat Ramadan.

"Kita kawal kepatuhannya sehingga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai dengan baik dan benar," ungkap Saiful Umam.

Untuk pengawasan impor komoditas perikanan, KKP memprioritaskan titik-titik sentra industri perikanan. Sementara itu, pengawasan pengolahan dan pemasaran difokuskan di sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera.

KKP juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Apabila terdapat laporan atau informasi dugaan pelanggaran, unit pelaksana teknis melalui pengawas perikanan akan segera turun ke lapangan untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha.

Selain pengawasan di darat, KKP juga mengintensifkan pengamanan wilayah perairan melalui Operasi Ketupat Lebaran. Meski dalam suasana Ramadan, armada kapal pengawas dan command center tetap siaga penuh.

"Meskipun dalam kondisi Ramadan, kondisi puasa, kami pengawas perikanan, kapal pengawas kami, command center kami selalu siaga memastikan bahwa laut tidak pernah berhenti kita awasi dan kita jaga. Kita 1x24 jam kita awasi, kita jaga," ucapnya.

Operasi Ketupat difokuskan pada wilayah perbatasan yang rawan aktivitas penangkapan ilegal, seperti Laut Natuna Utara, perairan utara Sulawesi dan Laut Arafura. Target utama adalah kapal ikan asing ilegal yang berpotensi merugikan nelayan nasional.

Dengan pengawasan ketat terhadap kapal ikan asing, Saiful berharap nelayan lokal dapat memaksimalkan aktivitas penangkapan tanpa gangguan praktik ilegal.

Selain itu, menjelang lebaran ketika banyak kapal kembali ke pelabuhan pangkalan, kapal-kapal pengawas juga disiagakan untuk mendukung fungsi pencarian dan pertolongan jika diperlukan.

"Menuju lebaran, banyak kapal yang akan kembali ke pelabuhan. Kita ingin memastikan bahwa kapal-kapal pengawas kita standby, siap ketika sewaktu-waktu diperlukan untuk melakukan fungsi pencarian dan pertolongan pada nelayan-nelayan kita," imbuhnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas