Ikan Budidaya Pasok Kebutuhan Protein Selama Ramadan dan Lebaran 2026
Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan ikan dari sektor perikanan budidaya selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan ikan dari sektor perikanan budidaya selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
- Ikan kerapu diproyeksikan naik 11,32 persen di kuartal I 2026, disusul kakap naik 4,23 persen dan lobster naik 12,27 persen namun volumenya belum terlalu besar.
- Produksi komoditas ikan mas turun 4,11 persen karena curah hujan tinggi sepanjang 2025 yang berdampak buruk pada sentra produksi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan ikan dari sektor perikanan budidaya selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan produksi ikan budidaya di triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif.
"Kami bisa pastikan bahwa kebutuhan atau pasokan ikan hasil budidaya dari sektor perikanan budidaya ini selama bulan puasa sampai nanti Lebaran insyaallah bisa terpenuhi dengan baik," kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan TB Haeru Rahayu di konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
KKP memproyeksikan sejumlah komoditas unggulan mengalami kenaikan produksi di tiga bulan pertama 2026. Ikan kerapu diproyeksikan naik 11,32 persen, disusul kakap naik 4,23 persen dan lobster naik 12,27 persen namun volumenya belum terlalu besar.
Baca juga: Koperasi Kana–Faperta UGM Budidaya Tebu 22.000 Ha di Jawa Timur
Komoditas udang, yang sempat terdampak isu cemaran cesium 137, tetap tumbuh 3,63 persen, bandeng tumbuh tipis 0,84 persen. Sementara itu, ikan nila naik 10,24 persen.
Produksi Ikan Mas Turun
Namun, produksi komoditas ikan mas turun 4,11 persen karena curah hujan tinggi sepanjang 2025 yang berdampak pada sentra produksi, termasuk di Karawang.
"Catatan tadi kenapa ikan mas ini sedikit minus, karena kami di lapangan ini salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi pada 2025. Kami punya modelling itu di Karawang, luar biasa curah hujannya begitu, untungnya ikan nila jauh lebih tahan dibandingkan dengan ikan yang lain secara umum," jelasnya.
Secara rata-rata, KKP mencatat peningkatan produksi komoditas budidaya pada periode awal 2026 mencapai 19,09 persen.
Baca juga: Mahasiswa IPB Kembangkan Budidaya Lebah tanpa Sengat di Hutan Pinus Karacak
Dengan capaian tersebut, KKP menilai kondisi pasokan cukup kuat untuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Dari sisi harga, Haeru menyatakan kekhawatiran terhadap inflasi tidak perlu berlebihan. Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan harga komoditas budidaya relatif terkendali, yakni berkisar antara 0,25 persen hingga 1,39 persen, mulai dari kerapu hingga papuyu.
Ikan papuyu, yang dikenal juga sebagai ikan betok, merupakan komoditas khas yang populer di Kalimantan. Di wilayah tersebut, papuyu bersama gabus haruan menjadi sajian istimewa pada berbagai momen penting masyarakat setempat.
"Insyaallah stok dari hasil budidaya akan stabil dan bisa memenuhi untuk kebutuhan di bulan puasa sampai lebaran mendatang," ungkap Haeru.
Baca tanpa iklan