Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BI Proyeksikan Laju Inflasi Ramadan di Atas 3 Persen

Bank Indonesia memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan sedikit di atas 3 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in BI Proyeksikan Laju Inflasi Ramadan di Atas 3 Persen
alumniipbpedia.id
INFLASI DI RAMADAN - Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman. Bank Indonesia memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan sedikit di atas 3 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Bank Indonesia memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan sedikit di atas 3 persen.
  • Secara umum kondisi inflasi masih terjaga, meskipun ada faktor yang membuat angka inflasi pada awal tahun ini terlihat lebih tinggi.
  • BI melakukan monitoring mingguan terhadap harga pangan dan saat ini harga-harga masih berada dalam kisaran proyeksi. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan sedikit di atas 3 persen.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan, secara umum kondisi inflasi masih terjaga, meskipun ada faktor yang membuat angka inflasi pada awal tahun ini terlihat lebih tinggi.

"Kondisi untuk di bulan Ramadhan dan Lebaran ini, semuanya masih terjaga. Tetapi tadi masih ada dampak daripada administered crisis akibat diskon listrik yang terjadi di tahun lalu sehingga kami perkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen," kata Aida saat Konferensi Pers RDG BI, Kamis (19/2/2026).

Meski inflasi diproyeksikan naik tipis, BI memastikan kondisi pasokan pangan sejauh ini tetap terjaga.

Saat ini, sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit sedang memasuki masa panen.

BI juga melakukan monitoring mingguan terhadap harga pangan dan menyebutkan bahwa harga-harga masih berada dalam kisaran proyeksi. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi mudah-mudahan ini akan terus terjaga sampai dengan bulan Maret. Tetapi tadi ya bahwa Januari, Februari ini agak sedikit tinggi tapi karena dampak daripada diskon listrik yang terjadi di tahun lalu," tegas dia.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI terus memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta kementerian terkait di bawah koordinasi pemerintah pusat.

Baca juga: Waspadai Lonjakan Inflasi Kuartal I 2026 karena Kenaikan Harga Pangan dan MBG

Selain itu, BI juga meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini merupakan penguatan dari gerakan sebelumnya, dengan fokus lebih besar pada ketahanan pangan melalui kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi.

"Kemarin baru dilaunching oleh Pak Ricky di Sumatera Selatan dan akan berlanjut ada launching-launching lagi bersama-sama dengan pemerintah, pusat dan daerah untuk memastikan inflasi yang terjaga termasuk pada saat Ramadan dan Idul Fitri," ungkap dia.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas