AI Bukan Lagi Opsi, Perbankan RI Masuki Era Konsultasi Digital Real-Time
Sektor perbankan di Indonesia kini menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga "sentuhan manusia" di dalam ekosistem yang serba otomatis
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah lonjakan transaksi digital yang mencapai lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir, sektor perbankan dan jasa keuangan di Indonesia kini menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga "sentuhan manusia" di dalam ekosistem yang serba otomatis?
Menjawab tantangan tersebut, dua raksasa teknologi, Agora (NASDAQ: API) dan FPT, resmi menjalin kemitraan strategis untuk membawa teknologi Conversational AI ke level berikutnya di Asia Tenggara, dengan fokus utama pada pasar dinamis Indonesia.
Selama ini, interaksi nasabah dengan kecerdasan buatan sering kali terasa kaku dan terbatas pada teks.
Melalui integrasi teknologi low-latency milik Agora ke dalam ekosistem AI FPT, institusi keuangan kini dapat menghadirkan asisten virtual yang tidak hanya bisa diajak "chatting", tapi juga berbicara (voice) dan berinteraksi via video secara real-time dengan sangat natural.
"Ketika layanan keuangan terus terdigitalisasi, faktor kepercayaan dan keamanan menjadi sama krusialnya dengan inovasi itu sendiri," ujar Tony Zhao, CEO Agora.
Integrasi ini memungkinkan bank untuk:
- Onboarding Tanpa Hambatan: Proses verifikasi nasabah baru melalui video yang lebih lancar.
- Layanan Multibahasa: Menghapus kendala bahasa dalam layanan nasabah lintas negara.
- Human-in-the-Loop: Transisi mulus dari asisten AI ke agen manusia tanpa memutus percakapan saat menangani masalah kompleks.
Baca juga: Cegah Aksi Phishing, Perbankan Perkuat Sistem Keamanannya
Efisiensi yang Teruji secara Global
Indonesia merupakan pasar yang haus akan efisiensi.
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan transaksi perbankan digital sebesar 54,89% (YoY) per September 2024. Skala sebesar ini mustahil ditangani secara manual tanpa bantuan AI yang mumpuni.
FPT membawa bukti nyata dari implementasi mereka di beberapa institusi besar:
- Sacombank: Menggunakan agen suara AI yang mampu menangani hingga 41.000 panggilan per hari, meningkatkan kapasitas layanan hingga 58%.
- Home Credit: Mengotomasi jutaan interaksi pelanggan setiap bulan dengan kualitas yang tetap terjaga.
Mark Hall Andrew, Chief Revenue Officer FPT Smart Cloud, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar soal otomatisasi, melainkan soal skala.
"Kami memungkinkan institusi keuangan menghadirkan pengalaman digital yang responsif dan tepercaya dalam skala besar," ungkapnya.
Keamanan Sebagai Fondasi Utama
Di Indonesia, isu keamanan data dan kepatuhan regulasi tetap menjadi perhatian utama.
Solusi bersama Agora-FPT ini dibangun di atas infrastruktur yang mengutamakan tata kelola perbankan, memastikan interaksi antara nasabah dan mesin tetap berada dalam koridor keamanan yang ketat.
Kemitraan ini menandai babak baru bagi sektor keuangan di tanah air, di mana AI tidak lagi sekadar menjadi fitur pendukung, melainkan motor utama dalam membangun loyalitas nasabah di era digital.
Baca tanpa iklan